Surabaya (beritajatim.com)– Bunga kamboja dikenal sebagai bunga yang memiliki aroma harum dan khas. Di Indonesia, bunga ini sering ditemui di area pemakaman, sehingga banyak orang mengaitkannya dengan suasana mistis. Aroma wanginya yang tercium di tengah suasana sepi sering membuat sebagian orang merasa merinding atau takut.
Dalam Mediterranean Journal of Social Sciences, di Thailand bunga kamboja dulu dikenal dengan nama “Lantom”. Nama tersebut terdengar mirip dengan kata yang berarti kesedihan atau penderitaan. Karena itu, masyarakat zaman dahulu percaya bahwa menanam kamboja di rumah bisa membawa kesialan. Akibatnya, pohon kamboja lebih sering ditanam di tempat umum seperti kuil dan pemakaman.
Selain karena namanya, kamboja juga dianggap dekat dengan dunia spiritual karena kemampuannya bertahan hidup. Pohon ini tetap bisa berbunga walaupun daunnya sudah rontok. Hal tersebut membuat banyak budaya menganggap kamboja sebagai simbol keabadian, kehidupan, dan hubungan antara dunia manusia dengan alam roh.
Di Indonesia, kesan mistis bunga kamboja semakin kuat karena kaitannya dengan cerita Kuntilanak. Dalam cerita rakyat, hantu perempuan tersebut dipercaya menyukai aroma bunga kamboja dan sering berada di sekitar pohon kamboja. Bahkan, ada mitos yang mengatakan bahwa mencium aroma kamboja di malam hari tanpa ada pohonnya bisa menjadi tanda kehadiran makhluk halus.
Namun, sebenarnya ada alasan logis mengapa pohon kamboja banyak ditanam di area makam. Getah pohon kamboja bersifat sedikit beracun dan dapat menyebabkan iritasi kulit, sehingga dulu pohon ini ditanam jauh dari area bermain anak-anak atau hewan ternak. Selain itu, kamboja termasuk tanaman yang kuat dan mampu tumbuh di tanah kering atau kurang terawat seperti pemakaman.
[irp posts=”1520051″ ]
Namun tidak semua daerah menganggap kamboja sebagai bunga yang menyeramkan. Menurut Plumerist, di Bali, yang mayoritas masyarakatnya beragama Hindu, bunga kamboja atau “Jepun” justru dianggap suci. Bunga ini sering digunakan dalam upacara keagamaan dan sesajen sebagai simbol kemurnian dan penghormatan kepada para dewa.
Seiring waktu, kesan mistis bunga kamboja mulai berkurang. Di Thailand, nama bunga ini bahkan diubah menjadi “Leelawadee” yang berarti keindahan agar tidak lagi identik dengan kesedihan. Kini, bunga kamboja justru sering dijadikan simbol ketenangan dan relaksasi, terutama di spa, hotel, dan resor.
Saat ini banyak orang mulai menanam kamboja di halaman rumah sebagai tanaman hias. Warna bunganya yang cantik dan aromanya yang menenangkan membuat kamboja dianggap mampu memberikan suasana tropis yang estetik dan menenangkan. [Wakhdah Alisa Berliana]






