Surabaya (beritajatim.com)- Siapa yang tidak kenal dengan bengkuang? Buah yang sering ditemukan dalam rujak ini memang terkenal karena rasanya yang segar dan mampu menghilangkan dahaga. Namun, di balik kesegarannya, bengkuang ternyata memiliki banyak manfaat dan fakta unik yang belum banyak diketahui.
Bengkuang memiliki kulit berwarna cokelat muda dengan tekstur agak kasar dan bentuk menyerupai gasing. Saat dikupas, bagian dalamnya berwarna putih bersih dan terasa sangat renyah. Rasanya sering digambarkan sebagai perpaduan antara apel, pir, kentang, dan kastanya air. Rasanya yang sedikit manis membuat bengkuang cocok diolah menjadi berbagai jenis makanan.
Fakta menarik lainnya, bengkuang termasuk umbi yang rendah kalori tetapi kaya serat. Dilansir dari Cleveland Clinic, dalam satu cangkir bengkuang hanya terdapat sekitar 49 kalori. Selain itu, bengkuang mengandung sekitar 90% air, sehingga baik untuk membantu tubuh tetap terhidrasi, terutama saat cuaca panas.
Bengkuang juga dikenal baik untuk kesehatan pencernaan. Kandungan serat inulin di dalamnya berfungsi sebagai prebiotik atau makanan bagi bakteri baik di usus. Serat ini membantu melancarkan pencernaan sekaligus menjaga kesehatan usus agar daya tahan tubuh tetap terjaga.
Bagi yang menjaga kesehatan jantung dan kadar gula darah, bengkuang bisa menjadi pilihan camilan sehat. Kandungan seratnya membantu menurunkan kolesterol jahat dan menjaga tekanan darah tetap stabil.
Selain itu, bengkuang memiliki indeks glikemik rendah sehingga tidak menyebabkan kenaikan gula darah secara drastis setelah dikonsumsi. Karena itu, bengkuang cukup aman dikonsumsi penderita diabetes.
Dalam bidang kecantikan, bengkuang sudah lama dipercaya dapat membantu menjaga kesehatan kulit. Kandungan vitamin C dan vitamin E di dalamnya berperan sebagai antioksidan yang membantu melawan radikal bebas. Menurut NewsBytes, nutrisi tersebut juga membantu produksi kolagen sehingga kulit tetap kencang, kenyal, dan terlihat lebih sehat.
Cara mengolah bengkuang juga cukup beragam. Selain dimakan langsung atau dijadikan rujak, di Meksiko, bengkuang biasanya dinikmati dengan perasan jeruk nipis dan taburan bubuk cabai. [Wakhdah Alisa Berliana]






