Ringkasan Berita:
- Warga Wonosalam panik seekor ular masuk ke kandang ayam pada malam hari dan langsung melapor ke Damkar Jombang.
- Tim Damkar Ngoro bergerak cepat dan berhasil mengevakuasi ular tanpa korban.
- Petugas mengimbau warga tidak menangani sendiri satwa liar berbahaya dan segera melapor ke pihak berwenang.
Jombang (beritajatim.com) – Warga Dusun Nganten, Desa Wonomerto, Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Jombang dibuat panik setelah seekor ular masuk ke dalam kandang ayam pada Senin malam, 15 Juni 2026.
Kejadian yang berlangsung tengah malam itu sempat membuat pemilik rumah panik karena khawatir ular tersebut berbahaya bagi keselamatan warga maupun ternak.
Peristiwa bermula sekitar pukul 23.30 WIB saat pemilik rumah mendapati seekor ular berada di dalam kandang ayam. Pemilik sempat berusaha melakukan penanganan secara mandiri, namun menghentikan upaya tersebut setelah mempertimbangkan risiko keselamatan.
Komandan Damkarla (Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan) Kabupaten Jombang, Syamsul Bahri, menjelaskan bahwa keputusan warga untuk tidak melanjutkan evakuasi mandiri sudah tepat.
“Namun karena khawatir ular tersebut memiliki tingkat bisa yang berbahaya dan dapat menyerang sewaktu-waktu, upaya tersebut dihentikan demi menghindari risiko yang tidak diinginkan,” kata Syamsul, Jumat (19/6/2026).
Laporan kemudian diteruskan ke Pos Damkar Ngoro pada pukul 23.36 WIB. Mendapatkan informasi tersebut, petugas segera bergerak cepat dengan mengerahkan personel dan peralatan evakuasi menuju lokasi kejadian.
Perjalanan menuju kawasan perbukitan Wonosalam tidak menghambat respons cepat tim. Setibanya di lokasi pada pukul 00.01 WIB, petugas langsung melakukan asesmen untuk menentukan metode evakuasi yang paling aman.
Dengan mengutamakan keselamatan warga, petugas kemudian melakukan proses evakuasi menggunakan peralatan khusus penanganan satwa liar. Proses berlangsung hati-hati hingga ular berhasil diamankan tanpa menimbulkan korban maupun kerusakan.
Setelah evakuasi selesai, tim juga melakukan pengecekan di sekitar kandang ayam untuk memastikan tidak ada satwa liar lain yang masih bersembunyi. Seluruh proses penanganan dinyatakan selesai pada pukul 00.50 WIB dan tim kembali ke markas setelah situasi dipastikan aman.
Syamsul menegaskan bahwa Damkar tidak hanya menangani kebakaran, tetapi juga berbagai kondisi darurat lain yang membahayakan masyarakat.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan penanganan sendiri apabila menemukan ular atau satwa liar berbahaya di lingkungan rumah. Langkah terbaik adalah menjaga jarak aman, mengawasi keberadaan satwa tersebut, dan segera melaporkannya kepada petugas agar proses evakuasi dapat dilakukan dengan aman serta meminimalkan risiko terjadinya korban,” pungkasnya. [suf]






