Ringkasan Berita:
- Le Minerale Surabaya Marathon 2026 akan digelar pada 2 Agustus 2026 dengan target 10.000 peserta dari dalam dan luar negeri.
- Pemkot Surabaya menjadikan ajang ini sebagai strategi memperkuat sport tourism sekaligus meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
- Rute marathon akan melintasi lebih dari 10 bangunan dan kawasan bersejarah di Kota Surabaya.
- Panitia menyediakan empat kategori lomba dengan total hadiah Rp800 juta serta menyiapkan layanan medis di sepanjang rute.
Surabaya (beritajatim.com) – Kota Surabaya bersiap menjadi tuan rumah ajang lari internasional Le Minerale Surabaya Marathon 2026 yang akan digelar pada 2 Agustus 2026. Event yang diinisiasi Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Jawa Timur bersama Pemerintah Kota Surabaya tersebut menargetkan keikutsertaan 10.000 pelari dari berbagai daerah maupun mancanegara.
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan penyelenggaraan Le Minerale Surabaya Marathon 2026 tidak hanya menjadi ajang olahraga, tetapi juga strategi memperkuat sektor sport tourism dan menggerakkan perekonomian daerah.
Menurutnya, kehadiran ribuan pelari dan wisatawan akan memberikan dampak positif terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang nantinya kembali dimanfaatkan untuk berbagai program pelayanan masyarakat.
“Selain mengenalkan Kota Surabaya, kita bisa mendapatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Agar uang kita bisa berputar kembali untuk warga Surabaya, adalah salah satu mengenalkannya lewat maraton ini,” ujar Eri Cahyadi, Kamis (18/6/2026).
Pada penyelenggaraan tahun ini, panitia menghadirkan inovasi berupa medali finisher yang juga dapat digunakan sebagai kartu diskon di berbagai pusat perbelanjaan, restoran, hingga hotel di Kota Surabaya. Konsep tersebut mengadopsi sistem marathon kelas dunia yang mengintegrasikan olahraga dengan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.
Eri menegaskan peningkatan PAD melalui pengembangan sport tourism menjadi salah satu langkah penting untuk menjaga keberlanjutan program prioritas Pemerintah Kota Surabaya.
“Melalui maraton ini, kita mengenalkan Surabaya ke seluruh dunia. Jika wisatawan datang, Pendapatan Asli Daerah (PAD) akan meningkat. Uang berputar untuk warga, sehingga program sekolah gratis, kesehatan gratis, dan pembangunan infrastruktur bisa terus berjalan,” paparnya.
Le Minerale Surabaya Marathon 2026 juga mengusung konsep City Run yang mengangkat kekayaan sejarah Kota Pahlawan. Para peserta akan melintasi lebih dari 10 bangunan dan kawasan bersejarah sebagai bagian dari pengalaman berlari.
Rute yang disiapkan akan melewati sejumlah ikon Kota Surabaya seperti Balai Pemuda, Balai Kota Surabaya, Tugu Pahlawan, Jalan Tunjungan, Kawasan Kota Lama, hingga Bundaran Hotel Majapahit.
“Kami ingin menunjukkan bahwa Surabaya adalah Kota Pejuang, sehingga wisatawan dan pelari bisa berolahraga sekaligus mengenal situs bersejarah kami,” ungkap Eri.
Untuk mendukung kelancaran pelaksanaan, Pemerintah Kota Surabaya bersama APPBI Jawa Timur tengah berkoordinasi dengan Polrestabes Surabaya terkait rekayasa lalu lintas dan sterilisasi sekitar 11 hingga 12 ruas jalan yang menjadi bagian dari lintasan lomba.
Eri juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat apabila pelaksanaan marathon menyebabkan gangguan arus lalu lintas pada hari perlombaan.
“Maaf kepada warga Surabaya atas potensi gangguan lalu lintas yang mungkin terjadi pada tanggal 2 Agustus mendatang,” katanya.
Sementara itu, Ketua APPBI Jawa Timur, Sutandi Purnomosidi, optimistis target 10.000 peserta dapat tercapai. Optimisme tersebut berkaca pada penyelenggaraan Surabaya Marathon tahun 2019 yang berhasil menarik sekitar 5.200 pelari.
Pendaftaran peserta dilakukan melalui aplikasi Livin by Mandiri. Panitia juga menyiapkan total hadiah senilai Rp800 juta bagi para pemenang.
“Rute tahun ini dirancang sedemikian rupa agar para peserta dapat menikmati keindahan estetika dan bangunan bersejarah (historical bangunan) di Kota Surabaya, mulai dari kategori Fun Run hingga Full Marathon,” terangnya.
Untuk mengakomodasi berbagai kalangan, Le Minerale Surabaya Marathon 2026 menyediakan empat kategori lomba, yakni 5K, 10K, Half Marathon (21K), dan Full Marathon (42K). Batas usia minimal peserta ditetapkan 13 tahun untuk kategori 5K dan 17 tahun untuk kategori 10K, Half Marathon, serta Full Marathon.
Demi menjamin keselamatan peserta, panitia juga menyiapkan tim medis yang bekerja sama dengan Pemerintah Kota Surabaya. Personel medis akan ditempatkan di berbagai titik sepanjang rute guna memberikan penanganan cepat apabila terjadi kondisi darurat selama perlombaan.
“Tim medis akan berkolaborasi penuh dengan Pemkot Surabaya dan disiagakan di berbagai titik rute demi mengantisipasi serta merespons cepat kondisi darurat para pelari di lapangan,” pungkasnya. [rma/beq]






