Surabaya (beritajatim.com) – Ratusan mahasiswa dari berbagai elemen mulai mengepung Gedung Negara Grahadi Surabaya. Gelombang massa ini datang untuk memprotes sejumlah aturan pemerintah.
Kelompok demonstran ini merupakan gabungan dari Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) dan BEM Nusantara. Mereka terpantau tiba di Gedung Negara Grahadi pada pukul 14.00 WIB.
Massa bergerak setelah sebelumnya berkumpul di kawasan Kebun Binatang Surabaya. Sementara itu, barikade kawat berduri tampak terpasang di sepanjang pagar Gedung Grahadi dengan penjagaan ketat polisi.
“Untuk tuntutan kami itu sebetulnya ada 16. Cuma kalau tuntutan utamanya adalah hentikan program Makan Bergizi Gratis sama Koperasi Desa Merah Putih,” ujar Presiden BEM Universitas Airlangga M Rizqi Senja Virawan.
Rizqi menyebut daftar aspirasi ini adalah hasil kajian mendalam dari aliansi mahasiswa. Selain menyoroti pos pengeluaran negara, mereka mengkritisi draf regulasi yang dinilai melebarkan wewenang aparat keamanan. “Lalu ada cabut Undang-undang Polri dan Undang-undang TNI. Itu juga yang menjadi tuntutan,” katanya.
Dari pantauan beritajatim.com, di luar pagar berduri, saat ini mahasiswa terus menyerukan aspirasinya. Gelombang massa dari aliansi mahasiswa pun terus berdatangan. [ipl/kun]






