Mojokerto (beritajatim.com) – Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel di Kabupaten Mojokerto pada April 2026 tercatat sebesar 20,41 persen. Angka tersebut menunjukkan peningkatan dibandingkan Maret 2026 yang sebesar 15,61 persen atau naik 4,8 poin.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Mojokerto, Dwi Yuhenny, mengatakan bahwa peningkatan TPK pada April 2026 mengindikasikan adanya pertumbuhan aktivitas kunjungan dan penggunaan jasa akomodasi di wilayah Kabupaten Mojokerto.
“Pada April 2026, Tingkat Penghunian Kamar hotel di Kabupaten Mojokerto mencapai 20,41 persen. Jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya yang sebesar 15,61 persen, terjadi peningkatan sebesar 4,8 poin,” ungkapnya, Kamis (11/6/2026).
Kondisi tersebut, lanjutnya, menunjukkan adanya perbaikan tingkat hunian hotel dibandingkan bulan sebelumnya. Selain itu, Rata-rata Lama Menginap Tamu (RLMT) hotel di Kabupaten Mojokerto pada April 2026 tercatat sebesar 1,04 hari.
Dengan demikian, rata-rata tamu yang menginap di hotel hanya menghabiskan waktu sekitar satu hingga dua hari. Menurutnya, angka tersebut menunjukkan bahwa sebagian besar kunjungan ke Kabupaten Mojokerto masih didominasi oleh perjalanan singkat.
“Baik untuk keperluan bisnis, pekerjaan, maupun wisata. Secara umum, RLMT hotel di Kabupaten Mojokerto selama April 2026 sebesar 1,04 hari. Artinya, rata-rata seorang tamu hotel menginap selama satu hingga dua hari,” jelasnya.
Berdasarkan data BPS Kabupaten Mojokerto, RLMT tamu asing pada April 2026 tercatat sebesar 1 hari, sedangkan RLMT tamu domestik atau Indonesia sebesar 1,04 hari. Perbedaan tersebut menunjukkan bahwa pola lama menginap antara wisatawan asing dan domestik relatif tidak berbeda signifikan.
Dwi menambahkan, peningkatan tingkat hunian hotel diharapkan dapat terus berlanjut seiring dengan meningkatnya mobilitas masyarakat dan berbagai kegiatan ekonomi maupun pariwisata yang berlangsung di Kabupaten Mojokerto.
“Peningkatan TPK menjadi sinyal positif bagi sektor akomodasi. Ke depan, sinergi berbagai pihak diperlukan untuk mendorong kunjungan wisatawan dan aktivitas ekonomi sehingga dapat berdampak pada meningkatnya kinerja perhotelan di Kabupaten Mojokerto,” pungkasnya. [tin/kun]






