RINGKASAN BERITA:
- Kedai Bakso Mang Oedin di Kota Taif menjadi destinasi berburu kuliner utama jemaah haji dan umrah asal Indonesia.
- Berdiri sejak 1990 di Jeddah, cabang restoran bakso legendaris ini resmi mengepansi wilayah sejuk Taif sejak 2023.
- Seluruh racikan menu menggunakan bumbu dan rempah-rempah khusus yang diimpor langsung dari Indonesia.
- Seporsi hidangan Nusantara dibanderol dengan harga ramah kantong berkisar 17 hingga 35 Riyal.
Taif (beritajatim.com) — Restoran Bakso Mang Oedin yang beroperasi di Kota Taif, Arab Saudi, menjadi buruan utama sekaligus destinasi kuliner favorit bagi jemaah haji Indonesia yang sedang melakukan perjalanan sela pasca-puncak Armuzna.
Terletak strategis di dekat Masjid Abdullah bin Abbas, rumah makan khas Nusantara ini selalu dipadati antrean pencinta makanan berkuah hangat yang ingin melepas rindu pada cita rasa kampung halaman.
Wartawan beritajatim.com, Muhammad Isnan yang tergabung dalam Media Center Haji (MCH) turut menyaksikan popularitas bulatan daging sapi berkuah gurih ini tidak hanya memikat lidah ekspatriat dan jemaah lokal, tetapi juga mulai digemari oleh warga lokal Arab Saudi.
Tingginya mobilitas jemaah haji dan umrah tahun 1447 H / 2026 M menempatkan bisnis kuliner tradisional ini sebagai ceruk pasar yang sangat menjanjikan di Tanah Suci.
“Yang berkunjung ke Bakso Mang Oedin, alhamdulillah Pak Haji dari semua jemaah semua masuk dari seluruh dunia. Terutama orang Indonesia. Orang Arab juga banyak kita pelanggan karena suka masakan Indonesia,” ungkap Pengelola Bakso Mang Oedin Cabang Taif, Irfan, saat memberikan keterangan resmi kepada tim Media Center Haji di Taif, Rabu (10/06/2026).
Irfan memaparkan bahwa merk dagang Bakso Mang Oedin sejatinya memiliki draf sejarah yang panjang di Arab Saudi, di mana kedai pertamanya telah berdiri kokoh di Kota Jeddah sejak tahun 1990 silam.
Melihat besarnya potensi pasar dari jemaah yang kerap singgah ke wilayah pegunungan mawar, manajemen akhirnya memutuskan membuka kaveling cabang baru di Taif pada tahun 2023.
Guna mempertahankan otentisitas rasa agar tetap identik dengan standar warung di tanah air, pihak pengelola menerapkan kebijakan logistik yang ketat. Seluruh bahan baku penentu rasa berupa bumbu-bumbu dasar dan rempah-rempah khusus dipasok melalui pengiriman kargo langsung dari Indonesia.
“Bumbu-bumbu dan rempah semuanya,” urai Irfan membocorkan rahasia kelezatan kuah baksonya.
Berdasarkan pantauan langsung tim MCH di draf area rumah makan, tempat ini menyajikan variasi menu pelengkap yang sangat ramah di lidah Gen Z hingga lansia.
Selain bakso kosongan, pengunjung bisa memesan mi ayam bakso, nasi campur ayam, nasi campur daging, nasi goreng, aneka gorengan renyah, kerupuk putih, hingga es cendol manis.
Investasi harga yang ditawarkan pun tergolong sangat kompetitif dan rasional untuk ukuran biaya hidup di kawasan Arab Saudi. Jemaah bisa menikmati kehangatan semangkuk kuliner Nusantara ini dengan merogoh kocek mulai dari 17 Riyal hingga 35 Riyal atau berkisar Rp74 ribu hingga Rp150 ribu per porsi, tergantung pada variasi draf lauk yang dipilih.
Fenomena ramainya antrean jemaah haji dari berbagai kloter embarkasi yang rela berdiri demi membungkus makanan untuk disantap bersama rombongan memvalidasi prinsip jurnalisme konstruktif.
Di tengah kepungan hidangan bumbu Timur Tengah selama berminggu-minggu, semangkuk bakso hangat berhasil menjelma menjadi instrumen efektif untuk memulihkan kebahagiaan psikologis serta menjaga kestabilan selera makan para tamu Allah sebelum kembali ke Indonesia. [ian/MCH]






