Piala Dunia 1970 di Meksiko melahirkan tim terbaik sepanjang masa. Bukan Inggris sang juara bertahan. Tim itu sedang apes, saat sang kapten, Bobby Moore, dituduh mencuri gelang setelah mengunjungi sebuah toko perhiasan di Bogota, Kolombia.
Gara-gara itu, dia sempat mendekam di sel selama empat hari. Moore dibebaskan karena kurangnya bukti dan dapat kembali bergabung dengan skuad Inggris.
Bukan pula Jerman Barat yang saat itu diperkuat striker tajam Gerd Muller. Dia mencetak tujuh gol, termasuk dua hat-trick, yang mengantarkan negaranya lolos ke perempat final dengan status juara Grup 4 dengan didampingi Peru yang mengalahkan Bulgaria dan Maroko. Maroko menjadi negara Afrika pertama yang lolos ke putaran final sejak Mesir pada 1934.
Brasil adalah tim yang disebut-sebut sebagai tim nasional terbaik sepanjang masa yang pernah berpartisipasi dalam Piala Dunia. Mereka tampil sangat meyakinkan di Grup 3.
Sempat tertinggal saat menghadapi Cekoslowakia, Brasil menang telak 4-1 berkat gol Rivelino, Pele, dan dua gol Jairzinho. Dalam pertandingan itu Pele hampir mencetak gol spektakuler melalui tendangan dari garis tengah lapangan.
Brasil kemudian memenangi dua pertandingan berikutnya, termasuk kemenangan 1-0 atas Inggris berkat gol tunggal Jairzinho. Namun penyelamatan kiper Gordon Banks yang bakal dikenang sepanjang masa. Dia berhasil menepis bola sundulan Pele di saat semua orang memperkirakan bola akan masuk gawang Inggris.
Sayang Banks tidak bisa diturunkan di perempat final saat menghadapi Jerman Barat yang ingin membalas dendam atas final kontroversial empat tahun sebelumnya. Posisi penjaga gawang diisi Peter Bonetti yang menyaksikan gawangnya dibobol tiga kali oleh Jerman Barat.
Inggris sebenarnya sempat unggul 2-0 melalui Alan Mullery dan Martin Peters. Namun Jerman Barat bangkit lewat gol Franz Beckenbauer dan Uwe Seeler. Dalam perpanjangan waktu, Gerd Muller mencetak gol kemenangan Jerman Barat.
Kekalahan itu mengakhiri status Inggris sebagai juara dunia sekaligus menjadi laga internasional terakhir Bobby Charlton setelah mencatatkan 106 penampilan dan 49 gol untuk negaranya.
Tuan rumah Meksiko berhasil lolos ke babak perempat final sebagai runner-up Grup 1, setelah menahan imbang Uni Soviet 0-0 dan mengalahkan El Salvador 4-0 serta Belgia 1-0.
Pertandingan Meksiko menghadapi Soviet bisa disebut bersejarah. Ini untuk pertama kalinya kartu kuning digunakan dalam Piala Dunia, dan Uni Soviet menjadi tim pertama yang melakukan pergantian pemain dalam pertandingan Piala Dunia.
Meksiko menghadapi Italia yang berstatus juara Grup 2 dengan hanya mencetak satu gol sepanjang fase penyisihan. Setelah sempat tertinggal, Italia bangkit dan menang 4-1. Gigi Riva mencetak dua gol dalam kemenangan tersebut.
Kendati tersingkir, Meksiko boleh dibilang sudah berhasil dengan menjadi tuan rumah Piala Dunia dengan mengalahkan Argentina di pencalonan. Sebanyak 75 negara mengikuti babak kualifikasi, tetapi beberapa kekuatan besar seperti Spanyol, Prancis, Hungaria, dan Argentina gagal di babak kualifikasi.
Selain Italia dan Jerman Barat, dua posisi semifinal diisi Brasil yang mengalahkan Peru 4-2, dan Uruguay yang menyingkirkan Uni Soviet 1-0 melalui perpanjangan waktu di perempat final.
Di babak semifinal, Brasil menunjukkan mentalitas juara. Setelah sempat tertinggal satu gol dari Uruguay, mereka berhasil menang 3-1 melalui gol yang dicetak Clodoaldo, Jairzinho, dan Rivelino.
Kendati tidak mencetak gol, Pele menjadi buah bibir berkat manuvernya yang mengecoh kiper Ladislao Mazurkiewicz tanpa menyentuh bola dan hampir mencetak gol ke gawang kosong.
Semifinal lainnya mempertemukan Italia dan Jerman Barat. Setelah skor 1-1 bertahan hingga akhir waktu normal, Gerd Muller membawa Jerman Barat unggul, yang kemudian disamakan oleh Tarcisio Burgnich.
Gigi Riva membuat Italia kembali unggul sebelum Muller kembali mencetak gol penyama. Tak lama kemudian Gianni Rivera mencetak gol yang memastikan kemenangan Italia 4-3.
Ini untuk ketiga kalinya Italia masuk final Piala Dunia. Dua final terdahulu pada 1934 dan 1938 berakhir dengan kemenangan. Namun kali ini mereka menghadapi Brasil. Dan kali ini tidak ada Mussolini yang melakukan semua cara untuk memenangkan Italia.
Dengan masing-masing mengantongi dua gelar juara dunia, Brasil maupun Italia berhak menyimpan Trofi Jules Rimet untuk selamanya jika bisa menang dalam final kali ini.
Ini bentrokan dua tim dengan filosofi dan taktik berbeda. Brasil mengandalkan kreativitas dan serangan, sedangkan Italia dikenal dengan pertahanan yang kuat.
Brasil membuka keunggulan pada menit ke-18 melalui sundulan Pele. Italia sempat menyamakan skor lewat Roberto Boninsegna setelah memanfaatkan kesalahan lini belakang Brasil.
Brasil menunjukkan kualitas terbaik mereka pada babak kedua. Gerson mencetak gol dari luar kotak penalti untuk mengembalikan keunggulan Brasil. Jairzinho kemudian menambah gol ketiga sekaligus mempertahankan catatan luar biasanya dengan mencetak gol dalam seluruh pertandingan Brasil di turnamen tersebut.
Tiga menit sebelum pertandingan berakhir, lahirlah gol legendaris Carlos Alberto. Gol tersebut lahir dari rangkaian operan yang mengalir sempurna, membuat para pemain Italia tidak mampu merebut bola.
Serangan diakhiri oleh umpan Pele kepada Carlos Alberto yang datang dari sisi kanan dan melepaskan tendangan keras ke sudut gawang. Gol yang tercipta tiga menit sebelum pertandingan berakhir itu menjadi simbol keindahan permainan Brasil sekaligus menutup dominasi mereka sepanjang turnamen.
Gol tersebut memastikan kemenangan 4-1 dan menutup perjalanan sempurna Brasil di Meksiko. Carlos Alberto menjadi kapten terakhir yang mengangkat Trofi Jules Rimet. Pelatih Mario Zagallo juga mencatat sejarah sebagai orang pertama yang memenangkan Piala Dunia sebagai pemain dan pelatih.
Brasil menjuarai turnamen dengan memenangi enam pertandingan putaran final, mencetak 19 gol dan hanya kebobolan empat kali.
Dominasi tersebut membuat banyak pengamat dan jurnalis menyebut tim Brasil 1970 sebagai tim nasional terbaik sepanjang masa. yang memadukan efektivitas, kreativitas, dan keindahan permainan. Sebuah jogo bonito.
Oryza A. Wirawan,
Jurnalis Senior beritajatim.com, Pemerhati Sepakbola, Pegiat Bonek Writer Forum.






