Lamongan (beritajatim.com) – Sebanyak lima kontainer berisi berbagai produk unggulan Kabupaten Lamongan, resmi dilepas dalam ekspor perdana tahun ini, Rabu (10/6/2026).
Momen pelepasan ekspor ini juga sekaligus menjadi penanda dimulainya Lamongan Exportiva Season III, sebuah inisiatif berkelanjutan untuk mendorong UMKM dan industri lokal menembus pasar internasional.
Produk-produk yang diekspor cukup beragam, mulai dari sepatu, furnitur, kain tenun, hasil perikanan seperti udang, hingga beragam makanan dan minuman olahan, yang akan menyasar berbagai negara, antara lain Jepang, Cina, Amerika serta berbagai negara di Asia Tenggara.
Pelaku ekspor yang hari ini produknya diberangkatkan, antara lain PT Bumi Menara Internusa (BMI) di bidang perikanan, PT Shoetown Mustika Indonesia bergerak di industri sepatu (New Balance), PT Buildyet Indonesia (septu Puma), PT Quality Works (furniture), serta UMKM yang meliputi Koko Nono, Kirana Food, Tikar Ansa, dan Tenun Paradila.
“Minat para eksportir terhadap produk kita cukup besar. Beberapa waktu lalu, saya juga berjumpa dengan beberapa eksportir, yang ternyata juga banyak membutuhkan barang-barang UMKM. Event ini kita harapkan mampu menggairahkan dan mendorong produk-produk Lamongan agar bisa menembus pasar global, sehingga turut menyumbangkan devisa bagi negara,” kata Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, usai melepas ekspor di depan GOR Lamongan, Rabu (10/6/2026).
Bupati yang akrab disapa Pak Yes itu menyampaikan, Pemerintah Kabupaten Lamongan akan terus konsisten melakukan pembinaan terhadap pelaku UMKM, agar lwbih berkembang.
“Saat ini banyak produk UMKM Lamongan yang telah masuk ke jaringan ritel modern, dan terus didorong untuk menjadi bagian dari rantai pasok industri yang berkembang di daerah,” ujarnya.
Pak Yes menyebut, masuknya berbagai investasi industri ke Lamongan, menjadi peluang besar bagi pelaku usaha lokal untuk meningkatkan kualitas dan kapasitas produksinya agar mampu bersaing di pasar ekspor.
Pemkab Lamongan juga menargetkan tahun ini nilai ekspor bisa mengalami peningkatan dibandingkan tahun 2025, yang mencatat nilai ekspor sebesar Rp38 triliun.
“Kita harapkan ada peningkatan, tapi tidak dalam angka. Kita harapkan ada peningkatan setidaknya 10 persen,” pungkasnya. (fak/ted)






