Surabaya (beritajatim.com) – Ketua DPRD Jawa Timur Musyafak Rouf membantah keterlibatannya dalam dugaan kasus yang dikaitkan dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Bantahan itu disampaikan menyusul beredarnya daftar 24 nama yang disebut-sebut terkait dengan informasi yang beredar dari Sonny Sanjaya.
Musyafak mengaku prihatin karena namanya ikut tercantum dalam daftar yang beredar di masyarakat. Dia menegaskan tidak memiliki hubungan maupun keterlibatan dengan pelaksanaan program MBG, baik di Jawa Timur maupun daerah lain.
“Alhamdulillah saya ada yang menanyakan dan mengonfirmasi terhadap berita yang beredar bahwa saya ada kaitan dengan MBG. Tentu saya sangat prihatin karena saya tidak bersentuhan sama sekali terkait dengan masalah Makan Bergizi Gratis yang di wilayah Jawa Timur atau wilayah lainnya,” kata Musyafak di DPRD Jatim, Rabu (10/6/2026).
Dia memastikan tidak pernah terlibat dalam penyelenggaraan maupun pengelolaan program tersebut. Menurutnya, dirinya juga tidak memahami persoalan yang kini ramai dikaitkan dengan MBG.
“Yang jelas saya tidak ada ikutan sama sekali dan enggak ngerti apa-apa terkait dengan MBG,” ujarnya.
Musyafak meminta agar informasi yang beredar dapat diklarifikasi secara terbuka dan ditelusuri sumbernya. Dia mempertanyakan alasan namanya dikaitkan dengan isu tersebut tanpa dasar yang jelas.
“Jadi kalau ada berita yang menyudutkan Ketua DPRD tentu bisa diklarifikasi, bisa dicari tahu sumber beritanya dari mana. Kemudian tujuannya apa? Kemudian menyangkut ke saya itu dalam hal apanya?” tegasnya.
Lebih lanjut, Musyafak kembali menegaskan bahwa dirinya tidak pernah terlibat dalam aspek apa pun terkait program MBG. Dia memastikan seluruh informasi yang mengaitkan dirinya dengan persoalan tersebut tidak benar.
“Yang jelas baik itu masalah titik maupun penyelenggaraannya atau yang lainnya saya tidak ikut-ikutan sama sekali. Berarti semuanya tidak benar terkait. Iya, enggak benar. Saya fatkul yakin tidak benar dan memang saya tidak melakukan apa-apa,” pungkasnya.[asg/ted]






