Pamekasan (beritajatim.com) – Pelatih Madura United FC, Jose Manuel Gomes da Silva menyiapkan identitas permainan baru bagi Laskar Sape Kerrab untuk menghadapi kompetisi Super League 2026-2027. Dominasi penguasaan bola (ball possession), pressing tinggi, dan permainan menyerang akan menjadi fondasi utama yang ingin diterapkannya sepanjang musim.
Bahkan juru taktik yang familiar disapa Ze Gomes, juga menegaskan timnya tidak hanya ditargetkan meraih kemenangan, tetapi juga harus mampu mendominasi jalannya pertandingan melalui penguasaan bola yang efektif.
Menurut juru taktik berkebangsaan Portugal, mengontrol bola dalam sebuah pertandingan bukan sekedar mengendalikan ritme permainan, tetapi justru harus dapat meminimalkan peluang lawan untuk berkembang.
“Dominasi penguasaan bola (ball possession) menjadi fokus utama, termasuk reaksi cepat dengan pressing tinggi saat kehilangan bola, serta permainan berorientasi menyerang untuk mencetak banyak gol bakal menjadi filosofi bermain yang akan diterapkan bersama Madura United,” kata Ze Gomes, Sabtu (26/7/2026).
Filosofi tersebut tentunya menuntut seluruh pemain aktif terlibat dalam setiap fase permainan. Saat menguasai bola, para pemain harus mampu membangun serangan dengan sabar melalui umpan-umpan pendek, memanfaatkan ruang, serta menciptakan peluang dari berbagai sisi lapangan.
Sebaliknya, ketika kehilangan bola, para pemain juga harus segera melakukan tekanan tinggi (high pressing). Reaksi cepat dalam beberapa detik pertama setelah kehilangan bola dinilai menjadi kunci untuk merebut kembali penguasaan dan mencegah lawan melancarkan serangan balik.
Pendekatan tersebut menunjukkan bahwa tim kebanggaan suporter Madura Bersatu tidak akan bermain menunggu lawan. Tim justru akan tampil agresif sejak menit awal dengan intensitas tinggi, baik dalam menyerang maupun bertahan.
Di lini depan, orientasi permainan akan difokuskan pada produktivitas gol. Setiap serangan diharapkan berakhir dengan peluang yang berbahaya sehingga efektivitas penyelesaian akhir menjadi salah satu aspek yang terus diasah selama persiapan tim.
Penerapan filosofi baru itu juga menuntut kondisi fisik prima, disiplin taktik, serta kekompakan antarlini. Pressing tinggi membutuhkan koordinasi yang baik agar seluruh pemain bergerak sebagai satu kesatuan, sementara dominasi penguasaan bola memerlukan kemampuan teknik dan pengambilan keputusan yang cepat.
Dengan identitas permainan tersebut, Madura United diprediksi mampu tampil lebih atraktif sekaligus kompetitif di Super League. Dominasi penguasaan bola, tekanan tinggi saat kehilangan bola, dan mental menyerang diharapkan menjadi ciri khas Laskar Sape Kerrab dalam mengarungi kompetisi musim ini. [pin/aje]






