Ringkasan Berita:
* Program CSR Cakra Sembada dari Pertagas OEJA berhasil memfasilitasi budidaya melon modern melalui greenhouse di Desa Ganggangpanjang, Sidoarjo.
* Panen kedua pada Juni 2026 menghasilkan 1,7 ton melon dengan potensi omset Rp51 juta, menunjukkan keberhasilan kolaborasi perusahaan, pemerintah, dan BUMDes dalam meningkatkan ekonomi desa dan ketahanan pangan nasional.
————————————————-
Sidoarjo (beritajatim.com) – Komitmen PT Pertamina Gas (Pertagas) dalam memperkuat ketahanan pangan dan ekonomi lokal kembali membuahkan hasil nyata. Melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) Cakra Sembada, Pertamina Gas Operation East Java Area (OEJA) berhasil mengawal pengembangan Greenhouse Melon di Desa Ganggangpanjang, Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo.
Pada Rabu (10/6/2026), BUMDes Jaya Raya, mitra binaan sukses menggelar panen raya kedua dengan hasil yang meningkat signifikan dibanding periode sebelumnya. Jika pada panen perdana di Maret 2026 produksi mencapai 700 kg, kali ini hasil panen melon melonjak hingga 1,7 ton dengan bobot per buah rata-rata 1,8–2,5 kg.
Dengan harga pasar yang stabil di kisaran Rp30.000 per kilogram, panen kali ini mencatatkan potensi omset hingga Rp51 juta. Manager Pertagas OEJA, Dimas Satya Kartika Brata, mengungkapkan bahwa program ini dirancang untuk menciptakan kemandirian ekonomi desa melalui praktik pertanian modern.
“Kami percaya ketahanan pangan bukan hanya soal ketersediaan, tapi kapasitas masyarakat dalam menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan. Keberhasilan ini adalah bentuk nyata integrasi prinsip ESG (Environmental, Social, and Governance) dalam operasional kami,” ujar Dimas.
Camat Tanggulangin, Arie Prabowo, memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif ini. Menurutnya, greenhouse tersebut kini menjadi satu-satunya sentra budidaya melon modern di wilayahnya, sehingga memiliki daya serap pasar yang sangat tinggi.
“Sekitar 50 persen dari total hasil panen langsung terserap oleh pengepul untuk dikirim ke Pasar Induk, sementara sisanya diserap oleh masyarakat lokal. Ini menunjukkan betapa tinggi minat pasar terhadap kualitas melon yang dihasilkan,” jelas Arie.
Antusiasme warga pun terlihat jelas saat proses panen. Selain menjadi pusat edukasi pertanian, greenhouse ini menjadi daya tarik wisata edukatif karena memungkinkan masyarakat untuk memetik langsung buah melon dari pohonnya.
Ke depan, Pertagas OEJA berkomitmen untuk terus mendampingi BUMDes Jaya Raya agar model pertanian berbasis greenhouse ini dapat direplikasi di desa-desa lain. Langkah ini diharapkan tidak hanya membuka lapangan kerja baru, tetapi juga memperkokoh fondasi ekonomi kerakyatan berbasis potensi lokal yang produktif dan berkelanjutan.[rea]






