Pacitan (beritajatim.com) – Seorang buruh tani di Kecamatan Donorojo, Pacitan, kehilangan sepeda motor yang diparkir di dekat area persawahan saat bekerja. Meski korban tidak melaporkan kejadian tersebut ke polisi, kasus pencurian itu akhirnya berhasil diungkap berkat informasi warga yang beredar melalui status WhatsApp.
Kapolres Pacitan AKBP Ayub Diponegoro Azhar menjelaskan, penyelidikan bermula dari informasi masyarakat mengenai dugaan pencurian sepeda motor Honda Beat di Dusun Petung, Desa Kalak, Kecamatan Donorojo.
“Informasi tersebut kemudian ditindaklanjuti anggota dengan melakukan penyelidikan hingga akhirnya kendaraan yang hilang berhasil ditemukan,” ujar Ayub, Rabu (10/6/2026).
Korban diketahui bernama Sriyatin (45), warga Desa Kalak, yang sehari-hari bekerja sebagai buruh tani. Peristiwa itu terjadi pada Jumat (22/5/2026) saat korban memarkir sepeda motornya di tepi jalan dekat persawahan sebelum mulai bekerja.
Namun, saat hendak pulang, kendaraan tersebut sudah tidak berada di lokasi semula. Karena berbagai alasan, korban tidak sempat melaporkan kehilangan itu kepada pihak kepolisian.
Dari hasil penyelidikan, petugas berhasil mengidentifikasi dua terduga pelaku, yakni Helmy Yannuarda Purba (32), warga Kecamatan Giriwoyo, Kabupaten Wonogiri, dan seorang remaja berinisial OK (16) yang juga berasal dari wilayah yang sama.
Saat ditemukan, kondisi kendaraan telah mengalami sejumlah perubahan. Pelaku diduga berupaya menghilangkan identitas motor dengan mengecat ulang bodi dari warna putih menjadi hitam. Selain itu, beberapa komponen juga diganti, seperti spakbor belakang, velg, dan kunci kontak.
Meski demikian, petugas berhasil memastikan identitas kendaraan melalui pemeriksaan nomor rangka dan nomor mesin.
“Hasil pencocokan nomor rangka dan nomor mesin menunjukkan bahwa kendaraan tersebut merupakan milik korban yang hilang di wilayah Donorojo,” tegas Kapolres. (tri/aje)






