Banyuwangi (beritajatim.com) – Layanan kemoterapi di RSUD Blambangan Banyuwangi kini resmi beroperasi dan mulai dimanfaatkan masyarakat. Sejak dibuka pada 25 Mei 2026, sejumlah pasien telah menjalani terapi kanker di rumah sakit milik Pemerintah Kabupaten Banyuwangi tersebut.
Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, mengatakan kehadiran layanan kemoterapi menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat.
“Ini adalah komitmen pemerintah daerah untuk terus meningkatkan kualitas layanan kesehatan bagi warga. Kami pastikan setiap pasien yang menjalani kemoterapi mendapatkan penanganan medis terbaik, kenyamanan selama proses terapi, dengan tenaga medis yang profesional,” kata Ipuk, Selasa (9/6/2026).
Layanan kemoterapi di RSUD Blambangan dapat diakses oleh pasien umum maupun peserta BPJS Kesehatan. Seluruh sarana dan prasarana pendukung juga telah disiapkan sesuai standar pelayanan medis.

Rumah sakit tersebut kini memiliki Ruang Handling Sitotoksik yang digunakan untuk peracikan obat kemoterapi dan dilengkapi dengan BioSafety Cabinet (BSC) guna menjamin keamanan selama proses penanganan obat.
Selain itu, tersedia pula Ruang One Day Care Kemoterapi yang digunakan untuk pemberian obat kemoterapi secara rawat jalan sehingga pasien dapat memperoleh pelayanan yang lebih nyaman dan efisien.
Ipuk menegaskan bahwa proses kemoterapi tidak hanya berdampak pada kondisi fisik pasien, tetapi juga memengaruhi aspek psikologis. Karena itu, pelayanan yang diberikan tidak hanya berfokus pada tindakan medis semata.
“Kami meminta juga dilengkapi konseling bagi pasien dan keluarganya. Karena dukungan dan pikiran positif akan meningkatkan imunitas tubuh yang penting bagi para pasien,” ujarnya.
Sementara itu, Direktur RSUD Blambangan, dr. Asiyah, menjelaskan bahwa sejak layanan dibuka, beberapa pasien telah menjalani kemoterapi dengan pembiayaan melalui BPJS Kesehatan.
Menurutnya, keberadaan layanan tersebut menjadi kabar baik bagi masyarakat Banyuwangi karena pasien kanker kini tidak harus lagi menjalani rujukan ke rumah sakit di luar daerah untuk mendapatkan terapi.
“Kini warga tidak perlu khawatir lagi dirujuk ke luar kota. Pelayanan akan terus kami lengkapi agar bisa melayani kemoterapi untuk lebih banyak jenis penyakit,” kata dr. Asiyah.
Dari sisi sumber daya manusia, RSUD Blambangan juga telah didukung tenaga medis yang kompeten di bidang penanganan kanker. Rumah sakit tersebut memiliki dokter subspesialis bedah onkologi, subspesialis onkologi toraks, dokter spesialis penyakit dalam dengan fellowship Internis Fellow Onkologi (IFO), hingga dokter spesialis paru dengan fellowship terapi sistemik onkologi toraks.
Layanan tersebut turut diperkuat oleh tenaga kefarmasian dan perawat yang memiliki kompetensi khusus dalam pelayanan kemoterapi.
Selain pengembangan layanan kemoterapi, Pemkab Banyuwangi juga terus melengkapi fasilitas kesehatan di RSUD Blambangan. Salah satunya dengan menghadirkan peralatan pemeriksaan mammografi untuk mendukung deteksi dini kanker payudara.
“Tidak hanya kemoterapi, namun Ibu Bupati terus mendukung pengembangan pelayanan kesehatan di rumah sakit. Alat kesehatan terus dilengkapi, seperti saat ini telah ada peralatan pemeriksaan mammografi,” tandas dr. Asiyah. [alr/but]






