Gresik (beritajatim.com) – Semangat pelaku UMKM di Kabupaten Gresik kembali menyala. PT Petro Oxo Nusantara (PON) menandatangani MoU dan menggelar pelatihan bagi mitra binaan. Perusahaan ini langsung gaspol, siap mencetak 16 UMKM naik kelas pada tahun 2026.
Di tengah dinamika ekonomi yang kian kompetitif, langkah nyata tersebut mempertegas komitmen PON dalam mendorong pelaku UMKM agar mampu menembus pasar yang lebih luas.
Ada 16 mitra binaan terpilih yang mengikuti rangkaian program pembinaan dan pengembangan usaha. Mereka bukan sekadar peserta pelatihan, melainkan pelaku usaha lokal dengan mimpi besar yang kini mendapat suntikan ilmu, strategi, dan jejaring bisnis.
Sejak 2023, perusahaan ini secara konsisten menjalankan program pembinaan UMKM. Tahun demi tahun, pendekatan yang dilakukan semakin sistematis, tak hanya soal bantuan, tetapi juga peningkatan kapasitas usaha secara menyeluruh.
Melalui MoU yang diteken, para mitra binaan memperoleh kepastian pendampingan berkelanjutan. Sementara itu, pelatihan difokuskan pada peningkatan kompetensi, pemahaman tren bisnis terkini, strategi pemasaran modern, hingga penguatan daya saing produk.
Direktur Operasi PON, Djatmiko Darmo Saputro, menegaskan kolaborasi ini bukan sekadar formalitas. “Melalui kerja sama dan pelatihan ini, para mitra binaan diharapkan terus berkembang, meningkatkan daya saing usahanya, serta turut menggerakkan roda perekonomian,” ujarnya, Senin (8/6/2026).
Salah satu mitra binaan, pelaku UMKM pakaian batik Poer yang merupakan warga sekitar perusahaan, mengaku merasakan manfaat langsung dari program ini.
Menurutnya, pelatihan yang diberikan membuka wawasan baru tentang strategi branding dan pemasaran agar produknya lebih diminati konsumen.
“Sekarang kami jadi lebih percaya diri. Produk kami bisa bersaing, bukan hanya di pasar lokal, tetapi juga di pasar yang lebih luas,” ungkapnya dengan optimistis.
Cerita ini menjadi bukti bahwa pemberdayaan UMKM di Gresik bukan hanya soal teori, tetapi tentang transformasi nyata di lapangan. (dny/kun)






