Makkah (beritajatim.com) – Sebuah insiden kebakaran melanda salah satu ruangan di Kompleks Al Hidayah Tower, wilayah Aziziah, Makkah, akibat ledakan baterai skuter milik karyawan hotel yang mengalami panas berlebih (overheat).
Kendati sempat memicu kepanikan dan kepulan asap pekat, Kepala PPIH Daerah Kerja (Daker) Makkah, Ihsan Faisal, memastikan seluruh jemaah haji Indonesia yang menghuni kompleks pemondokan tersebut berada dalam kondisi selamat tanpa ada satu pun korban luka maupun jiwa.
Wartawan beritajatim.com, Muhammad Isnan yang tergabung dalam Media Center Haji (MCH) Kemenhaj RI melaporkan dari Arab Saudi bahwa peristiwa tersebut terjadi pada Jumat, 5 Juni 2026, sekitar pukul 18.00 Waktu Arab Saudi (WAS), atau bertepatan satu jam sebelum berkumandangnya azan Maghrib.
Kompleks Al Hidayah Tower yang masuk dalam wilayah Sektor 10 Makkah ini diketahui menjadi pemondokan bagi jemaah haji Indonesia asal Embarkasi Banten, Padang, dan Banjarmasin.
“Yang perlu kami pastikan, seluruh jamaah kita tidak ada satu pun yang luka ataupun yang lainnya. Jadi insya Allah semua jamaah kita yang ada di sektor 10 alhamdulilah aman,” tegas Ihsan Faisal saat memberikan keterangan resmi kepada awak MCH di Makkah, Sabtu (06/06/2026).
Ihsan menguraikan, kepanikan awal bermula saat sejumlah jemaah haji Indonesia melihat kepulan asap hitam tebal membubung tinggi di depan Tower 7. Petugas Sektor 10 yang bergerak cepat melakukan penelusuran menemukan bahwa sumber api berasal dari sebuah kamar utilitas milik karyawan hotel.
Berdasarkan hasil investigasi internal, kebakaran dipicu oleh kelalaian seorang karyawan hotel yang tengah melakukan pengisian daya (charging) baterai skuter di dalam ruangan tersebut. Faktor cuaca panas ekstrem Makkah disinyalir mempercepat fluktuasi suhu perangkat hingga memicu ledakan mekanis yang menyemburkan api ke barang-barang yang mudah terbakar di sekitarnya.
“Di situ ada ruangan, ruangan karyawan, semacam kamar karyawan. Dan setelah ditelusuri, berdasarkan informasi dari teman-teman sektor 10, si karyawan tersebut, karyawan hotel, nge-charge baterai skuter. Mungkin karena kejadiannya itulah, over heat atau apalah gitu ya, kemudian si baterai tersebut meledak sehingga sampai keluar api dan membakar di barang-barang yang ada di kamar tersebut,” tutur Ihsan merinci kronologi kejadian.
Evakuasi Taktis Tangga Darurat dan Respons Damkar Makkah
Pihak manajemen hotel langsung mengaktifkan sistem alarm kebakaran dan menghubungi otoritas pemadam kebakaran setempat. Sebanyak tiga unit armada damkar Kota Makkah langsung diterjunkan ke lokasi guna memblokir perambatan api.
Sesuai dengan standard operating procedure (SOP) mitigasi kedaruratan gedung bertingkat, pihak hotel langsung mematikan seluruh jaringan lift untuk menghindari jemaah terjebak di dalam kabin.
Kondisi ini menuntut petugas haji Sektor 10 bahu-membahu mengevakuasi jemaah dari Tower 6, 7, dan 8 turun ke titik aman melalui jalur tangga darurat karena sebaran asap mulai memasuki lorong hunian.
“Memang asapnya menyebar sampai ke tower 6, 7, dan 8, makanya jamaah dievakuasi,” jelas Kadaker Makkah.
Kerja keras tim damkar bersama petugas perhajian membuahkan hasil sekitar pukul 20.00 WAS. Setelah area dinyatakan steril dari sisa gas beracun dan titik api sekunder, jemaah haji yang sempat diungsikan diizinkan kembali ke kamar masing-masing dengan pengawalan petugas.
Ihsan menambahkan, saat insiden terjadi, volume jemaah di hotel tersebut sudah menyusut karena sebagian kloter dari Banten, Padang, dan Banjarmasin telah bertolak pulang ke tanah air.
Berkaca dari insiden ini, Daker Makkah mengeluarkan imbauan tegas kepada seluruh jemaah untuk memperketat kedisiplinan penggunaan energi listrik di kamar tidur. Faktor akumulasi cuaca panas di luar ruangan dapat meluapkan risiko korsleting jika jemaah abai membiarkan colokan elektronik tetap menempel tanpa pengawasan.
“Kalau sudah tidak digunakan itu lebih baik dicabut ya, jadi water heater atau alat pemanas air, pemanas nasi, atau pun charger HP dan sebagainya, kalau sudah tidak digunakan lebih baik dicabut saja,” pungkas Ihsan Faisal. (ian/MCH)






