Surabaya (beritajatim.com) – PT PAL Indonesia segera meluncurkan empat kapal raksasa tahun ini. Rencana ini menjadi buah hasil dari penerapan transformasi Industri Maritim 4.0 (IM4) selama lima tahun terakhir.
Direktur Utama PT PAL Indonesia, Kaharuddin Djenod, memastikan sistem IM4 membuat pengerjaan alutsista laut melaju pesat. Perusahaan kini tampil lebih kompetitif dalam persaingan pasar manufaktur kapal.
“Kita telah tunjukkan bahwa insan-insan PT PAL mampu bersatu, padu, membangun bersama-sama dalam satu barisan yang kuat sebagai satu kekuatan yang luar biasa,” kata Kaharuddin, Sabtu (6/6/2026).
Kekompakan pekerja mendorong penyelesaian proyek berteknologi tinggi seperti Kapal Selam Tanpa Awak (KSOT) hingga Frigate Merah Putih. Kecepatan produksi ini turut menyerap bahan baku dari pengusaha lokal.
“Menghasilkan Frigate Merah Putih, menghasilkan KSOT, dan tahun ini kita akan melaunching empat kapal raksasa,” ujar Kaharuddin.
Pelibatan banyak sektor memutar roda perekonomian dari skala besar hingga kecil. Produsen komponen, penyedia jasa pendukung, sampai usaha kerakyatan menjadi pilar kokoh dalam rantai pasok perkapalan.
“Setiap proyek yang dikerjakan PT PAL tidak hanya menghasilkan produk strategis bagi negara, tetapi juga menggerakkan ekonomi,” papar Kaharuddin.
Ekosistem terintegrasi membuka banyak lapangan kerja baru bagi warga. Pembaruan lini perakitan terbukti memberi aliran dana langsung kepada masyarakat pesisir di sekitar instalasi pabrik.
“Di dalamnya terdapat ribuan tenaga kerja yang terlibat, pelaku industri pendukung yang bertumbuh, serta masyarakat maritim yang memperoleh manfaat dari berkembangnya ekosistem industri nasional,” pungkasnya. [ipl/kun]






