Ringkasan Berita:
- Kabupaten Lamongan meraih penghargaan terbaik ke-3 nasional dalam Praktik Baik Pemanfaatan Sistem Informasi Perbukuan Indonesia (SIBI).
- Penghargaan diberikan Kemendikdasmen karena tingginya akses, unduhan, dan pemanfaatan buku digital oleh masyarakat Lamongan.
- SIBI menyediakan berbagai buku teks dan nonteks dalam format PDF, audio, hingga interaktif untuk mendukung pembelajaran.
- Pemkab Lamongan menilai penghargaan ini menjadi bukti keberhasilan penguatan literasi digital dan transformasi pendidikan berbasis teknologi.
Lamongan (beritajatim.com) – Kabupaten Lamongan kembali mencatat prestasi di bidang pendidikan dengan meraih penghargaan terbaik ke-3 nasional dalam Praktik Baik Pemanfaatan Sistem Informasi Perbukuan Indonesia (SIBI) untuk Pembelajaran. Penghargaan tersebut diberikan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah sebagai bentuk apresiasi atas tingginya pemanfaatan sumber belajar digital oleh masyarakat dan insan pendidikan di Lamongan.
Penghargaan ini diberikan karena Kabupaten Lamongan dinilai sangat aktif dalam mengakses, mengunduh, serta memanfaatkan berbagai koleksi buku yang tersedia di platform digital SIBI. Capaian tersebut menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat terhadap penguatan budaya literasi dan pembelajaran berbasis teknologi.
SIBI merupakan platform digital resmi yang dikembangkan Kemendikdasmen untuk menyediakan berbagai sumber belajar dalam format digital. Platform ini memuat buku teks dan nonteks yang dapat diakses dalam berbagai format, mulai dari PDF, audio, hingga buku interaktif yang mendukung proses pembelajaran modern.
Keberadaan SIBI ditujukan untuk membantu siswa, guru, tenaga kependidikan, serta masyarakat dalam memperoleh akses terhadap bahan bacaan berkualitas guna memperkuat literasi dan meningkatkan kualitas pembelajaran.
Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, mengungkapkan bahwa penghargaan tersebut merupakan hasil kolaborasi seluruh elemen pendidikan di Kabupaten Lamongan. Menurutnya, keberhasilan tersebut tidak lepas dari peran guru, kepala sekolah, pengawas sekolah, penilik, tenaga kependidikan, peserta didik, hingga masyarakat yang terus berupaya mengembangkan budaya literasi.
“Selain untuk kebutuhan proses belajar-mengajar, akses dan pemanfaatan buku di SIBI ini juga tidak terlepas dari berbagai kegiatan kreatif-inovatif yang mendorong pengembangan budaya literasi di Lamongan, contoh nyatanya ada Lomba Ayah Bunda Bercerita untuk jenjang PAUD, dan Lomba Cerdas Mengulas Buku untuk siswa,” kata Yuhronur, Sabtu (6/6/2026).
Menurut Yuhronur, berbagai program literasi yang melibatkan sekolah, keluarga, dan masyarakat menjadi faktor penting dalam meningkatkan pemanfaatan platform digital tersebut. Kegiatan literasi yang dikembangkan tidak hanya mendukung proses pembelajaran di kelas, tetapi juga membangun kebiasaan membaca dan mengulas buku sejak usia dini.
Ia menambahkan, penghargaan nasional yang diterima Lamongan menjadi bukti nyata komitmen Pemerintah Kabupaten Lamongan dalam mendukung transformasi pendidikan melalui pemanfaatan teknologi digital dan sumber belajar yang mudah diakses masyarakat.
“Semoga penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan mutu pendidikan, memperluas akses terhadap sumber belajar yang berkualitas, serta memperkuat literasi digital demi mewujudkan generasi Lamongan yang unggul, berkarakter, dan berdaya saing,” ucapnya. [fak/beq]






