Surabaya (beritajatim.com) – Mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) menciptakan sistem mitigasi pintar bernama Hi-VITS. Alat ini mampu mendeteksi potensi kebakaran instalasi listrik lebih awal secara seketika.
Teknologi baru ini melengkapi sistem pengaman konvensional seperti Miniature Circuit Breaker (MCB). Hi-VITS dirancang melacak gangguan busur listrik yang kerap memicu kebakaran namun luput dari perangkat standar.
Anggota tim Hi-VITS Ananda Aullia Nayaka menyebut inovasi ini menonjolkan fitur alarm dini. Perangkat akan bekerja mengirimkan notifikasi sebelum memutus arus listrik secara otomatis saat terjadi gangguan.
“Sistem kami tidak langsung memutus aliran listrik, tetapi memberi peringatan terlebih dahulu kepada pengguna,” ujar Nanda, Jumat (5/6/2026).
Mahasiswi Program Studi Inovasi Digital ini menjelaskan peringatan dini memberi waktu pengguna untuk memeriksa jaringan. Aktivitas penghuni gedung tetap berjalan tanpa gangguan pemadaman yang mendadak.
“Pemutusan listrik otomatis baru dilakukan ketika kondisi sudah berada pada tahap yang berbahaya,” jelasnya.
Perangkat ini dirancang agar tidak mengganggu operasional harian di rumah maupun kawasan industri. Ketua Tim Hi-VITS Khoirul Anam memastikan perancangan alat benar-benar menyesuaikan kondisi riil lapangan.
“Pengembangan teknologi harus selalu mempertimbangkan kebutuhan masyarakat dan potensi penerapannya secara langsung di lapangan,” katanya.
Mahasiswa S2 Teknik Elektro ITS tersebut menargetkan produk ini memberi manfaat konkret. Tim bahkan menyusun strategi bisnis agar inovasi deteksi kebakaran tersebut cepat diproduksi massal.
“Validasi produk dan pasar menjadi hal penting agar inovasi yang dikembangkan benar-benar dapat diterima dan digunakan secara luas,” tambahnya.
Inovasi mahasiswa ini sukses menjuarai kompetisi Startup World Cup Regional Malang. Mereka berhak maju ke ajang internasional di Silicon Valley pada bulan November mendatang.
Pengembangan Hi-VITS lahir dari kolaborasi lintas departemen di kampus. Anggota tim berasal dari Teknik Elektro, Teknik dan Sistem Industri, serta Sistem Informasi.
Penerapan perangkat tersebut memperkuat infrastruktur fasilitas industri serta menciptakan kawasan permukiman yang aman dari ancaman bencana. [ipl/suf]






