Jember (beritajatim.com) – Pergantian pelatih di tengah musim kompetisi Liga 4 2025-26 tidak mempengaruhi performa Persid, klub kebanggaan warga Kabupaten Jember, Jawa Timur.
Nurul Huda yang datang menggantikan Agus Yuwono, 29 Mei 2026, dua hari menjelang putaran 64 Besar Nasional digelar berhasil membawa Persid lolos ke Babak 32 Besar Nasional. Bersama Huda, Persid menang dua kali dalam pertandingan Grup P tanpa sekalipun kebobolan.
Setelah mengalahkan Golden FC Merauke 4-0, Persid menggasak Persemay Maybrat 1-0. Tim berjuluk Macan Raung itu akan melakoni pertandingan terakhir melawam Persena Nagakeo di Stadion Jember Sport Garden, Jember, Sabtu (6/6/2026).
Huda bersyukur Persid tampil bagus dalam babak awal putaran nasional Kiga 4. Dia melihat tim yang diwariskan pelatih Agus Yuwono sudah cukup bagus. “Kami tinggal meneruskan, tinggal membenahi game plan. Kemarin kita enggak punya game plan, set piece juga tidak ada, Taktik corner tidak ada,” katanya.
Mantan pemain Persebaya dan Primavera ini memahami kuatnya ekspektasi publik terhadap Persid. “Tim ini masih perlu bimbingan, karena banyak pemain muda,” katanya.
Para pemain muda di Persid masih perlu banyak belajar agar bisa tampil lebih konsisten. Tugas pelatih adalah meningkatkan kemampuan individu para pemain tersebut. “Kalau kemampuan individu meningkat, otomatis timnya terbawa juga untuk berprestasi,” kata Huda.
Berdasarkan evaluasi Huda, pemain Persid nasih sering salah kontrol bola. “Ada momen seharusnya gol, tapi pemain enggak lepas dari kesalahan. “Pemain banyak yang belum mahir. Jadi latihan perlu diulang terus,” katanya.
Huda yakin pemain akan mahir jika berulang latihan, termasuk latihan dasar. “Kalau kemampuan mereka diasah terus, maka apa yang tadinya serba kebetulan bisa menjadi kemahiran,” katanya.
“Yang penting kita berusaha, kerja keras, pantang menyerah, dan jangan takut kalah. Mentality-nya dijaga, enjoy bermain bola,” kata Huda.
Huda mendapat informasi bahwa pemain Persid tidak bisa tampil enjoy saat bermain di hadapan publik sendiri. Ini yang coba diubah dan mulai terlihat perubahannya. “Pemain sudah berani kontrol bola. Kelihatan kalau pemain percaya diri,” katanya.
Huda membawa dua orang asisten pelatih, salah satunya mantan kapten Persebaya Rendy Irwan. Merekan melengkapi asisten pelatih yang sudah ada pada masa kepelatihan Agus Yuwono. “Makin banyak orang, kalau masukannya positif akan semakin bagus,” kata Huda.
Huda mengingatkan, bahwa target untuk promosi le Liga 3 membutuhkan kerja sama semua pihak. “Semua berusaha. Staf pelatih, pemain, manajemen, suporter, media ikut bantu. Semua kompak, akhirnya harapan kita untuk lolos terpenuhi,” katanya. [wir/suf]






