Ringkasan Berita:
- Tumpahan oli di Jalan KH Wahab Chasbulloh membuat jalan licin, mengganggu pengguna jalan dan beberapa terjatuh.
- Petugas Damkar Jombang bergerak cepat membersihkan lokasi dengan dukungan BM Lantas dan warga setempat.
- BPBD Jombang mengimbau masyarakat segera melapor kondisi berbahaya untuk mencegah kecelakaan.
Jombang (beritajatim.com) – Tumpahan oli yang menutupi Jalan KH Wahab Chasbulloh, Desa Sambong Dukuh, Kecamatan Jombang, membuat kondisi jalan menjadi licin dan berbahaya bagi pengguna kendaraan.
Menyadari potensi kecelakaan, tim Pos Damkar Jombang langsung bergerak cepat untuk menanggulangi situasi darurat ini pada Kamis, 4 Juni 2026.
Beberapa pengendara mengalami kesulitan saat melintas, bahkan dilaporkan ada yang terjatuh akibat kehilangan kendali di ruas jalan yang terdampak tumpahan oli. Berdasarkan informasi petugas, tumpahan oli diduga berasal dari kendaraan dengan kebocoran pada sistem oli mesin. Oli yang tersebar di permukaan aspal menciptakan risiko tinggi, terutama bagi pengendara roda dua.
Setelah menerima laporan kejadian, petugas Damkar Jombang menurunkan satu unit fire pumper truck beserta personel untuk menangani lokasi. Tim melakukan asesmen cepat sebelum melakukan penyiraman dan pembersihan permukaan jalan guna menghilangkan sisa-sisa oli dan mengembalikan daya cengkeram aspal agar aman digunakan kembali.
“Selama proses penanganan berlangsung, petugas juga berkoordinasi dengan unsur terkait dan warga sekitar guna memastikan keamanan arus lalu lintas. Kehadiran petugas di lokasi mendapat apresiasi dari masyarakat karena penanganan yang cepat mampu mencegah terjadinya kecelakaan yang lebih banyak serta memulihkan kondisi jalan dalam waktu relatif singkat,” ujar Kasi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Jombang, Syamsul Bahri, Jumat (5/6/2026).
Proses pembersihan melibatkan Pos Damkar Jombang, BM Lantas, serta dukungan warga setempat. Berkat peralatan memadai dan kerja sama antarinstansi, ruas jalan berhasil dibersihkan dan aman dilalui kembali. Penanganan selesai pukul 10.30 WIB, setelah tim memastikan tidak ada lagi sisa oli yang membahayakan pengguna jalan.
BPBD Kabupaten Jombang mengimbau masyarakat untuk segera melaporkan kondisi berpotensi membahayakan keselamatan umum, termasuk tumpahan bahan bakar atau oli. Respons cepat dan kolaborasi antara masyarakat dan petugas menjadi kunci mencegah kecelakaan serta menjaga keselamatan pengguna jalan di Kabupaten Jombang. [suf]






