Lumajang (beritajatim.com) – Polisi memergoki sekelompok remaja yang berdandan ala pocong di kawasan jalan lintas timur (JLT) Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Kamis (4/6/2026) malam.
Saat itu, petugas mendapati 6 orang remaja di lokasi minim penerangan dengan wajah ditutupi bedak putih. Bahkan ada yang bertelanjang dada.
Remaja-remaja itu sempat menghindar dengan langsung tancap gas kendaraan sepeda motor mereka saat dipergoki petugas patroli Polres Lumajang.
Tidak berselang lama, petugas akhirnya bisa menghentikan dua kendaraan yang masing-masing dipakai berboncengan tiga oleh kelompok remaja tersebut.
Kepada polisi, para remaja itu mengaku sedang tidak melakukan aksi teror hantu pocong. Melainkan, baru selesai bermain kartu remi dan mendandani wajah pemain yang kalah dengan bedak.
“Bukan (mau jadi pocong) pak, habis main kartu kalah,” ucap salah satu remaja bernama Rayyan yang diciduk petugas, Kamis (4/6/2026) malam.
Menurut Rayyan, kelompoknya bukan melarikan diri dari petugas yang sedang patroli, melainkan hanya sedang bermain-main dengan sesamanya.
“Mboten (bukan) kabur pak, cuma main tapi tau ada patroli,” katanya.
Perwira Pengendali (Padal) Polres Lumajang Ipda Firdaus menjelaskan, temuan remaja-remaja yang menyerupai pocong itu dipastikan bukan karena perbuatan yang disengaja.
“Jadi, ada beberapa temuan, tadi ada beberapa remaja yang menyerupai pocong yang belakangan viral. Tapi setelah diinterogasi mereka hanya bermain kartu,” benernya.
Firdaus menyebutkan, pihaknya akan terus melakukan patroli serupa untuk menekan aksi begal maupun kejahatan lain yang belakangan cukup meresahkan.
“Tentu sasaran kita untuk mempersempit ruang gerak pelaku kejahatan jalanan seperti begal atau curas,” ungkapnya. (has/ted)






