Bojonegoro (beritajatim.com) – Longsor melanda jalan poros penghubung Desa Bubulan dan Dukuh Tlotok di Kecamatan Bubulan, Kabupaten Bojonegoro. Akibatnya, akses kendaraan roda empat (R4) terputus, dan warga hanya bisa melintas dengan sepeda motor atau berjalan kaki.
Hujan deras yang mengguyur wilayah Bubulan pada Kamis (27/2/2025) diduga menjadi pemicu longsor yang menggerus jalan poros desa sepanjang kurang lebih 100 meter. Kondisi ini menyebabkan sekitar 495 Kepala Keluarga (KK) atau sekitar 1.930 jiwa terdampak akibat terhambatnya akses transportasi.
Kepala Desa Bubulan, Wiwin Indrayani, membenarkan kejadian tersebut. “Iya betul, saat ini sudah dilakukan pengukuran dari dinas terkait untuk penanganan,” ujarnya, Sabtu (1/3/2025).
Kapolsek Bubulan, Ajun Komisaris Polisi (AKP) Baderurodin, juga menjelaskan bahwa tidak ada jalur alternatif bagi kendaraan roda empat. “Untuk jalan alternatif tidak ada, sementara R4 (mobil) tidak bisa lewat. Saat ini sudah ada pengukuran dari dinas PU SDA dan DPKP Cipta Karya untuk tindak lanjut,” jelasnya.
Sebagai langkah awal, Pemerintah Desa Bubulan bersama Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Cipta Karya serta Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air (PU SDA) Kabupaten Bojonegoro telah melakukan asesmen guna menentukan langkah perbaikan.
“Untuk jalan alternatif tidak ada. Saat ini sudah ada pengukuran dari Dinas PU SDA dan PU Cipta Karya untuk tindak lanjut,” pungkas AKP Baderurodin. [lus/beq]






