Ringkasan Berita:
- Seorang pria bernama SB (66) meninggal dunia setelah tertabrak minibus di Jalan Raya Lamongan-Babat.
- Korban saat itu sedang membongkar gerobak sampah bersama rekannya di Desa Sukoanyar, Kecamatan Turi.
- Polisi menyebut pengemudi minibus diduga mengantuk hingga kendaraan oleng ke kiri.
- Satu korban lainnya mengalami luka di kepala dan mendapatkan perawatan medis.
Lamongan (beritajatim.com) – Seorang pria meninggal dunia setelah tertabrak minibus saat membongkar gerobak sampah di Desa Sukoanyar, Kecamatan Turi, Kabupaten Lamongan, Rabu (3/6/2026). Kecelakaan maut tersebut terjadi di Jalan Raya Lamongan-Babat dan diduga dipicu pengemudi yang mengantuk saat berkendara.
Korban diketahui berinisial SB (66), warga Desa Sukoanyar, Kecamatan Turi, Kabupaten Lamongan. Ia meninggal dunia setelah mengalami luka berat pada bagian kepala akibat insiden tersebut.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, kecelakaan bermula ketika sebuah minibus yang dikemudikan AT (42), warga Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, melaju dari arah barat menuju timur.
“Saat tiba di lokasi kejadian, kendaraan oleng ke kiri. Pengemudi mengaku mengantuk,” kata Kasi Humas Polres Lamongan, Ipda Muhammad Hamzaid.
Kendaraan kemudian menabrak tiang listrik sebelum menghantam gerobak sampah yang saat itu sedang dibongkar oleh SB bersama DAP (26), yang juga merupakan warga Desa Sukoanyar.
Benturan keras menyebabkan SB mengalami luka berat di bagian kepala dan dinyatakan meninggal dunia. Sementara itu, DAP mengalami luka pada bagian kepala dan langsung mendapatkan penanganan medis.
“Akibat kejadian itu, SB mengalami luka berat pada bagian kepala dan dinyatakan meninggal dunia. Sementara DAP mengalami luka pada bagian kepala dan segera mendapatkan penanganan medis,” tuturnya.
Selain menimbulkan korban jiwa dan korban luka, kecelakaan tersebut juga mengakibatkan minibus Daihatsu Xenia berwarna putih mengalami kerusakan cukup parah pada bagian depan kendaraan.
Polres Lamongan mengimbau seluruh pengguna jalan untuk selalu memastikan kondisi fisik dalam keadaan prima sebelum berkendara. Pengemudi yang merasa lelah atau mengantuk disarankan untuk beristirahat terlebih dahulu di tempat yang aman guna menghindari risiko kecelakaan lalu lintas.
Menurut polisi, kondisi kelelahan dan mengantuk masih menjadi salah satu faktor yang kerap memicu kecelakaan di jalan raya karena dapat menurunkan konsentrasi dan respons pengemudi saat mengendalikan kendaraan.
“Kami mengingatkan masyarakat untuk tidak memaksakan diri berkendara saat kondisi tubuh lelah atau mengantuk. Keselamatan adalah prioritas utama dalam berlalu lintas,” pungkasnya. [fak/beq]






