Jember (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten Jember, Jawa Timur, kembali memperoleh opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) berdasarkan hasil audit terhadap laporan pelaksanaan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah Tahun 2025.
Hasil audit diserahkan BPK kepada Bupati Muhammad Fawait di Surabaya, Jumat (29/5/2026). “Alhamdulillah kita mempertahankan beberapa kali prestasi Jember untuk mendapatkan predikat WTP,” karanya.
Predikat itu, menurut Fawait, adalah kewajiban bagi pemerintah daerah dan prestasi dalam pengelolaan APBD Jember. “Jember sempat mendapatkan predikat Wajar Dengan Pengecualian (WDP) dan disclaimer sebelum tahun 2022,” katanya.
Prestasi itu diartikan oleh Bupati Fawait sebagai hasil kerja kolektif jajaran Pemkab Jember. “Sinergi antara eksekutif dan legislatif, serta kawan-kawan organisasi perangkat daerah dan aparatur sipil negara yang telah bekerja dengan baik dalam mengelola APBD Jember,” katanya.
Pemberian predikat ini bisa diartikan sebagai pengelolaan APBD Jember yang lebih baik, lebih transparan, lebih akuntabel, dan lebih efektif dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, terutama pengentasan kemiskinan.
Saat berpidato mewakili seluruh kepala daerah di Jawa Timur, Bupati Fawait berterima kasih kepada BPK yang telah bekerja keras mengawasi pengelolaan APBD Jember 2025. “Kami berharap sinergi antara Pemkab Jember dengan BPK bisa ditingkatkan,” katanya.
Dengan sinergi itu, Bupati Fawait berharap BPK bisa mengawal dan memandu pengelolaan APBD ke depan. “Prestasi ini bukan tujuan akhir. Sekali lagi ini merupakan vitamin bagi Pemkab Jember,” katanya.
Fawait berjanji akan terus berjuang mengelola APBD Jember seefektif mungkin untuk kesejahteraan masyarakat, terutama pengentasan kemiskinan,. Apalagi BPK memberikan sejumlah catatan administrarif yang perlu diperbaiki, seperti pengelolaan aset dan penarikan pajak bumi dan bangunan yang belum optimal.
Kritik terhadap penggunaan APBD Jember dinilai Fawait sebagai hal wajar di negara demokrasi. “Tapi efektif tidaknya APBD Jember, salah satunya bisa kita lihat dari indikator-indikator yang dikeluarkan BPS,” jatanya.
Fawait menegaskan bahwa pembangunan Jember pada 2025 sudah berada di jalur yang tepat. “Bahkan Jember adalah kabupaten dengan performa ekonomi terbaik di Tapal Kuda, di ujung timur pulau Jawa, dilihat dari pertumbuhan ekonomi yang semakin tinggi dan pendapatan yang melesat,” katanya. [wir/suf]






