Ringkasan Berita
- LMI Nganjuk menyalurkan dua ekor kambing qurban di Desa Kepel.
- Desa Kepel menjadi wilayah prioritas pengentasan kemiskinan 2026.
- Daging qurban dibagikan kepada warga yang membutuhkan.
- Program turut mendukung peternak lokal dan ekonomi desa.
Nganjuk (beritajatim.com) – Lembaga Manajemen Infaq (LMI) Nganjuk kembali menyalurkan kebahagiaan Iduladha melalui program qurban di Kampung Buah Lestari, Desa Kepel, Kecamatan Ngetos, Kabupaten Nganjuk. Dalam kegiatan tersebut, LMI menyalurkan dua ekor kambing qurban yang disembelih sesuai syariat Islam sebelum dagingnya dibagikan kepada masyarakat yang membutuhkan.
Program qurban ini menjadi bagian dari komitmen LMI untuk menjangkau wilayah-wilayah yang masih membutuhkan perhatian, termasuk daerah prioritas pengentasan kemiskinan dan kemiskinan ekstrem.
Aan Yuliatmoko dari LMI Nganjuk menjelaskan bahwa Desa Kepel dipilih karena masuk dalam salah satu wilayah prioritas pengentasan kemiskinan tahun 2026. Melalui distribusi qurban ini, LMI berharap manfaat Iduladha dapat dirasakan langsung oleh masyarakat setempat.
“Proses penyembelihan kami lakukan sesuai syariat Islam sebelum daging qurban didistribusikan kepada warga yang membutuhkan di sekitar Desa Kepel. Masyarakat sangat antusias saat menerima paket daging segar yang dibungkus dengan besek bambu sehingga lebih ramah lingkungan,” tuturnya.
Bukan Sekadar Daging, Tetapi Harapan dan Kebahagiaan
Antusiasme warga terlihat saat pembagian paket daging qurban berlangsung. Selain membantu memenuhi kebutuhan pangan keluarga pada Hari Raya Iduladha, program ini juga menjadi simbol kepedulian sosial dan kebersamaan di tengah masyarakat desa.
Menurut Aan, nilai utama dari program qurban tidak hanya terletak pada pembagian daging, tetapi juga menghadirkan semangat berbagi kepada masyarakat yang selama ini masih hidup dalam keterbatasan ekonomi.
“Apa yang kami hadirkan bukan hanya daging saja, tetapi juga harapan dan kebahagiaan bagi masyarakat di pelosok desa yang sering kali masih ada dalam kondisi prasejahtera,” ujarnya.
Dukung Ekonomi Lokal dan Pemerataan Pangan
Program qurban LMI juga dirancang untuk memberikan dampak ekonomi yang lebih luas. Selain menyasar wilayah yang minim distribusi hewan qurban, LMI turut melibatkan peternak lokal sebagai penyedia hewan qurban.
Langkah tersebut dinilai mampu menggerakkan roda perekonomian masyarakat sekaligus memberikan manfaat ganda, baik bagi penerima daging qurban maupun pelaku usaha peternakan lokal.
Melalui pendekatan tersebut, qurban tidak hanya menjadi ibadah tahunan, tetapi juga instrumen pemberdayaan ekonomi dan pemerataan akses pangan bergizi bagi masyarakat.
“Qurban tidak hanya memiliki nilai ibadah, tetapi juga bentuk kepedulian sosial dan berbagi kebahagiaan pada hari yang suci. Lebih dari itu, qurban juga dapat menjadi sarana perputaran ekonomi dan pemerataan akses pangan bergizi bagi masyarakat,” pungkas Aan.
LMI berharap program qurban hingga pelosok desa dapat terus diperluas pada tahun-tahun mendatang agar semakin banyak masyarakat di wilayah terpencil dan defisit qurban yang dapat merasakan manfaatnya. [nm/kun]






