Ringkasan Berita:
- KSOP Tanjungwangi melakukan uji petik kapal di lintasan Ketapang-Gilimanuk.
- Pemeriksaan difokuskan pada aspek keselamatan dan navigasi kapal.
- Sebanyak 17 kapal telah menjalani pemeriksaan dari target 55 armada.
- Uji petik dilakukan untuk menghadapi libur Iduladha dan musim liburan pertengahan tahun.
Banyuwangi (beritajatim.com) – KSOP Tanjungwangi melakukan uji petik terhadap kapal penyeberangan di lintasan Ketapang-Gilimanuk menjelang libur Iduladha dan musim liburan pertengahan tahun.
Pemeriksaan dilakukan guna memastikan kesiapan armada, khususnya terkait aspek keselamatan pelayaran dan sistem navigasi kapal yang beroperasi di jalur penyeberangan tersibuk tersebut.
Kepala Seksi Status Hukum dan Sertifikasi Kapal KSOP Tanjungwangi, Widodo, mengatakan uji petik telah dimulai secara bertahap sejak Rabu, 18 Juni 2026.
“Untuk sementara kami fokus ke kapal penyeberangan dulu. Pemeriksaan sudah dilakukan secara bertahap sejak tanggal 18 Juni,” ujar Widodo.
Saat ini pemeriksaan difokuskan pada kapal penyeberangan yang beroperasi di Pelabuhan Ketapang.
Dalam proses pemeriksaan, petugas melakukan pengecekan menyeluruh terhadap alat keselamatan kapal, perlengkapan navigasi, hingga kesiapan teknis kapal untuk berlayar.
“Yang dicek terutama alat-alat keselamatan, kemudian alat navigasi dan kesiapan kapal untuk melaut. Semua yang menyangkut keselamatan pelayaran kami periksa,” jelas Widodo.
Hingga saat ini, sekitar 17 kapal telah menjalani uji petik. Namun, hasil temuan di lapangan, baik kategori minor maupun mayor, masih akan dibahas lebih lanjut bersama tim pemeriksa.
Secara keseluruhan, terdapat 55 kapal penyeberangan yang menjadi target pemeriksaan, termasuk kapal standby di lintasan Ketapang-Gilimanuk.
Dari jumlah tersebut, sekitar 45 kapal merupakan armada aktif yang melayani penyeberangan setiap hari.
KSOP Tanjungwangi menargetkan seluruh proses uji petik selesai sebelum masa libur Iduladha dimulai.
Laporan hasil pemeriksaan juga ditargetkan sudah masuk paling lambat pada 8 Juni 2026.
“Kami maksimalkan secepatnya supaya seluruh kesiapan kapal bisa segera dipastikan sebelum masa liburan berlangsung,” tandas Widodo. [alr/beq]






