Tuban (beritajatim.com) – Upaya pemberdayaan masyarakat pesisir dan implementasi program keberlanjutan berbasis ESG kembali memperoleh apresiasi di tingkat nasional setelah melalui tahapan penjurian sebelumnya.
Adapun program unggulan “Primadona Tuban”, PT Trans-Pacific Petrochemical Indotama (TPPI) berhasil meraih penghargaan TOP CSR Awards 2026 #Stars 4 dalam ajang TOP CSR Awards 2026 yang diselenggarakan oleh Majalah Top Business.
Pada kesempatan yang sama, Presiden Direktur TPPI, Iman Syafirman, turut menerima penghargaan TOP Leader on CSR Commitment 2026. Ajang ini merupakan penghargaan CSR terbesar di Indonesia yang diikuti total 244 perusahaan yang mendaftar dan 224 perusahaan yang telah mengikuti proses penilaian secara lengkap dari berbagai sektor industri.
Pada kategori TOP CSR Awards 2026 #Stars 4, terdapat 40 perusahaan terpilih dari berbagai sektor usaha yang dinilai berhasil memenuhi kriteria implementasi CSR berbasis ESG dan keberlanjutan perusahaan. Sementara itu, penghargaan TOP Leader on CSR Commitment 2026 diberikan kepada pimpinan perusahaan yang dinilai memiliki komitmen kuat dalam mendorong implementasi CSR yang terintegrasi dengan strategi bisnis perusahaan.
Area Manager CSR & Comrel TPPI, Tinoto Hadi Sucipto, mengatakan bahwa penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi atas komitmen TPPI dalam menjalankan program tanggung jawab sosial dan lingkungan yang berkelanjutan melalui berbagai inisiatif pemberdayaan masyarakat, salah satunya melalui program unggulan “Primadona Tuban”.
“Program Primadona Tuban merupakan inisiatif pemberdayaan masyarakat pesisir yang berfokus pada penguatan ekonomi masyarakat, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta pelestarian lingkungan secara berkelanjutan,” ujar Tinoto Hadi Sucipto, Selasa (26/5/2026).
Program ini dikembangkan berdasarkan hasil social mapping dan menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam mengintegrasikan aspek ESG dalam operasional bisnis perusahaan. TPPI juga terus melakukan upaya penguatan lewat pemberdayaan kelompok masyarakat pesisir melalui berbagai dukungan berkelanjutan.
“Kelompok Usaha Bersama (KUB) nelayan akan mendapatkan dukungan berupa bantuan alat tangkap ikan guna meningkatkan produktivitas dan efektivitas kegiatan melaut,” imbuhnya.
Sebelumnya, TPPI juga telah memberikan dukungan pengembangan bengkel nelayan melalui penyediaan peralatan bengkel serta pembangunan rumah bengkel untuk mendukung perawatan mesin dan perahu nelayan secara mandiri.
Selain itu, kelompok pengolah dan pemasar hasil perikanan (Poklahsar) binaan TPPI saat ini masih aktif mengembangkan usaha melalui stan penjualan yang berada di kawasan Pantai Panduri. Salah satu produk olahan hasil laut yang dikembangkan juga telah terintegrasi dengan program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bagi balita dan lansia di tiga desa sekitar wilayah operasional perusahaan.
“Inisiatif ini menjadi bagian dari upaya perusahaan dalam mendukung penguatan ekonomi masyarakat sekaligus peningkatan gizi masyarakat pesisir secara berkelanjutan,” jelas Tinoto.
Ia juga menyampaikan keberhasilan ini merupakan hasil kolaborasi seluruh pemangku kepentingan yang terlibat dalam pelaksanaan program CSR perusahaan. Ke depan, pihaknya akan terus memperkuat program pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal dan memperluas dampak program agar mampu menciptakan kemandirian masyarakat secara berkelanjutan. [dya/kun]






