Ringkasan Berita:
- Sebanyak 360 warga Kangean dan Sapeken mengikuti program mudik gratis menggunakan Kapal DBS III jelang Idul Adha 1447 Hijriah.
- Program mudik gratis merupakan kolaborasi Pemkab Sumenep dan SKK Migas dengan rute Kalianget–Kangean–Sapeken.
- Warga cukup menunjukkan identitas diri untuk mendapatkan tiket gratis satu kali perjalanan ke kepulauan.
Sumenep (beritajatim.com) – Sebanyak 360 warga Pulau Kangean dan Sapeken, Kabupaten Sumenep, memanfaatkan program mudik gratis menggunakan Kapal Dharma Bahari Sumekar (DBS) III pada Selasa (26/5/2026) sore. Program tersebut disambut antusias masyarakat kepulauan yang hendak pulang kampung menjelang Hari Raya Iduadha 1447 Hijriah.
Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama PT Sumekar, Muhammad Romli mengatakan, tingginya minat masyarakat menunjukkan program mudik gratis sangat membantu warga kepulauan, khususnya dalam mengurangi beban biaya transportasi laut.
“Alhamdulillah, masyarakat terlihat sangat antusias mengikuti program mudik gratis ke kepulauan jelang Idul Adha,” kata Muhammad Romli, Selasa (26/5/2026).
Ia menjelaskan, program mudik gratis Idul Adha tersebut merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Sumenep dan SKK Migas. Dalam pelaksanaannya, PT Sumekar sebagai salah satu BUMD Kabupaten Sumenep menyediakan layanan transportasi laut gratis dengan rute Pelabuhan Kalianget–Kangean–Sapeken.
Menurut Romli, program mudik gratis hanya berlaku untuk satu kali perjalanan menuju kepulauan. Masyarakat yang ingin mengikuti program tersebut cukup menunjukkan identitas diri seperti KTP, KK, atau dokumen identitas lainnya saat berada di loket tiket.
“Mudik gratis ini hanya untuk sekali jalan. Para penumpang kapal cukup menunjukkan KTP/KK/identitas lainnya di loket, maka tiketnya kami berikan gratis,” terangnya.
Sementara itu, Plt Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Perhubungan Kabupaten Sumenep, Achmad Dzulkarnain berharap program tersebut dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat kepulauan, terutama menjelang momentum Idul Adha.
Menurutnya, keberadaan mudik gratis menjadi bentuk kepedulian pemerintah daerah terhadap warga kepulauan yang selama ini bergantung pada transportasi laut untuk mobilitas antarpulau.
“Program ini juga merupakan bukti bahwa Pemerintah hadir untuk masyarakat. Pemkab Sumenep peduli terhadap warga kepulauan, dengan program yang bisa dirasakan langsung manfaatnya,” terangnya.
Program mudik gratis menggunakan Kapal DBS III ini diharapkan dapat terus berlanjut pada momentum hari besar keagamaan lainnya guna mendukung konektivitas masyarakat kepulauan di Kabupaten Sumenep. [tem/suf]






