Ringkasan Berita:
- Polres Ngawi mengoperasikan tiga SPPG untuk mendukung program MBG.
- Fasilitas tersebut melayani sekitar 7.500 penerima manfaat.
- SPPG disebut konsisten menerapkan standar keamanan pangan dan sertifikasi pendukung.
- Polda Jatim turut melakukan evaluasi kualitas layanan melalui lomba SPPG tingkat Polres.
Ngawi (beritajatim.com) – Polres Ngawi telah mengoperasikan tiga Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah Kabupaten Ngawi untuk mendukung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Ketiga SPPG tersebut berada di Desa Ketanggi, Kecamatan Ngawi, Desa Cangakan, Kecamatan Kasreman, dan Desa Sidorejo, Kecamatan Karangjati.
Keberadaan fasilitas tersebut mampu menjangkau sekitar 7.500 penerima manfaat program MBG di Kabupaten Ngawi.
Kapolres Ngawi AKBP Prayoga Angga Widyatama melalui Kasiwas Polres Ngawi, AKP Badrudin, mengatakan pihaknya terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan dan pengelolaan SPPG agar pelaksanaan program berjalan optimal.
Menurutnya, seluruh SPPG milik Polres Ngawi telah memenuhi sejumlah standar kelayakan dan keamanan pangan guna memastikan makanan yang didistribusikan tetap aman dan bergizi bagi masyarakat penerima manfaat.
“SPPG Polres Ngawi tetap menerapkan prinsip food safety secara konsisten untuk menjaga kualitas dan kandungan gizi makanan,” ujar AKP Badrudin, Kamis (21/5/2026).
Ia menjelaskan, SPPG Polres Ngawi juga telah mengantongi berbagai sertifikasi pendukung, mulai dari Sertifikat Penjamah Makanan, Sertifikat Laik Higiene Sanitasi, Sertifikat Jaminan Produk Halal, hingga Sertifikat Uji Laboratorium Air.
Selain memastikan standar keamanan pangan, Polres Ngawi juga berkomitmen melakukan pembenahan tata kelola dan inovasi pelayanan di lingkungan SPPG.
“Kami akan terus meningkatkan kualitas pelayanan, tata kelola, serta inovasi di lingkungan SPPG Polres Ngawi agar semakin optimal dan profesional,” tambahnya.
Sementara itu, Polda Jawa Timur turut mendorong peningkatan kualitas pelaksanaan program MBG melalui lomba SPPG tingkat Polres.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari evaluasi sekaligus penguatan standar pelayanan pemenuhan gizi di wilayah Jawa Timur.
Tim penilai dari Itwasda Polda Jawa Timur, Kompol Dr. Eko Nur W., S.H., M.Kes, menyampaikan penilaian dilakukan dengan memeriksa seluruh fasilitas, sarana pendukung, hingga administrasi yang berkaitan dengan operasional SPPG.
Aspek yang dinilai meliputi kualitas layanan, mitigasi risiko, kuantitas produksi, ekosistem rantai pasok pangan, serta inovasi yang diterapkan masing-masing SPPG.
“Penilaian ini menjadi evaluasi sekaligus motivasi bagi seluruh jajaran dalam mendukung Program Makan Bergizi Gratis,” ujarnya. [fiq/beq]






