Ringkasan Berita:
- Empat desa pesisir di Kecamatan Sedati, Sidoarjo, dilanda banjir rob.
- Ketinggian air di sejumlah titik mencapai lutut orang dewasa.
- Aktivitas nelayan, petani tambak, hingga usaha kolam pancing terganggu.
- Warga menyebut banjir rob merupakan siklus tahunan yang rutin terjadi.
Sidoarjo (beritajatim.com) – Empat desa pesisir di wilayah Kecamatan Sedati, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, dilanda banjir rob akibat pasang air laut setinggi 3 hingga 4 meter. Banjir rob tersebut merendam permukiman warga dan mengganggu aktivitas masyarakat pesisir dalam beberapa hari terakhir.
Empat desa yang terdampak yakni Desa Kalanganyar, Tambak Cemandi, Banjar Kemuning, dan Segoro Tambak, Kecamatan Sedati.
Informasi yang dihimpun, banjir rob mulai terjadi sejak Sabtu (16/5/2026) sekitar pukul 09.00 WIB. Air laut pasang meluap ke daratan dan menghambat aliran air menuju laut.
Ketinggian genangan air yang masuk ke kawasan permukiman warga rata-rata mencapai 15 hingga 20 sentimeter. Bahkan di sejumlah titik, air mencapai setinggi lutut orang dewasa.
Kondisi tersebut membuat aktivitas masyarakat terganggu, terutama warga pesisir yang mayoritas bekerja sebagai nelayan dan petani tambak.
Camat Sedati, Dedy Kurniawan, membenarkan banjir rob yang melanda sejumlah desa pesisir bagian timur Kecamatan Sedati tersebut.
“Banjir rob terjadi pada pagi hari dan biasanya mulai surut sore hari,” katanya, Selasa (19/5/2026).
Menurut Dedy, banjir rob menyebabkan banyak aktivitas masyarakat terganggu, termasuk usaha kolam pancing milik warga yang sementara harus dihentikan karena area usaha tergenang air laut.
“Banjir rob terjadi mulai Sabtu kemarin lusa dan diperkirakan sampai dua tiga hari ke depan,” ujarnya.
Salah satu warga Dusun Gisik Kidul Desa Tambak Cemandi, Dani, mengatakan banjir rob merupakan kejadian rutin yang hampir setiap tahun terjadi di wilayah pesisir Sedati.
“Siklusnya di bulan Mei air pasang datang siang hari, dan bulan Oktober sampai Desember biasanya malam hari,” urai Dani.
Ia menjelaskan air laut mulai naik sekitar pukul 09.00 WIB dan kembali surut sekitar pukul 12.00 WIB.
“Ketinggian air sekarang sampai lutut orang dewasa,” jelasnya.
Warga lainnya, Mulyadi (59), mengaku banjir rob sangat merugikan para petani tambak karena banyak hasil budidaya ikan hanyut terbawa arus akibat tanggul tambak rusak diterjang air laut pasang.
“Banyak budidaya ikan tambak yang hanyut terbawa arus yang bagian tambaknya rusak terlanda air laut pasang,” jelasnya.
Meski banjir rob merendam sejumlah kawasan permukiman, akses jalan kampung masih dapat dilalui kendaraan. Namun, warga mulai membatasi orang luar masuk ke kawasan terdampak demi menjaga keamanan dan keselamatan lingkungan sekitar. [isa/beq]






