Surabaya (beritajatim.com) – Lagu “Am I Loving You Alone?” yang dibawakan The Midnight Darlings tengah mencuri perhatian publik, terutama setelah dikaitkan dengan debut musik Vanesha Prescilla. Kehadiran lagu ini langsung ramai diperbincangkan di media sosial hingga platform streaming musik karena menghadirkan nuansa manis tentang cinta diam-diam yang dekat dengan pengalaman banyak anak muda.
Lirik “Am I Loving You Alone?” pun menjadi salah satu yang paling banyak dicari warganet. Tidak hanya karena melodinya yang easy listening, tetapi juga karena makna emosional yang tersimpan di balik setiap bait lagunya.
Lagu ini menggambarkan seseorang yang diam-diam menyimpan rasa kepada orang yang disukai, namun masih dipenuhi keraguan apakah perasaan tersebut berbalas atau hanya cinta sepihak semata.
Melalui liriknya, pendengar diajak masuk ke dalam suasana hati seseorang yang merasa gugup, bahagia, sekaligus takut ketika berada dekat dengan sosok yang dicintai. Perasaan sederhana seperti salah tingkah saat bertatapan, jantung berdebar ketika disapa, hingga rasa senang hanya karena bisa berada di dekat orang tersebut digambarkan dengan cukup ringan namun emosional.
Berikut arti dan lirik lagu “Am I Loving You Alone?” – The Midnight Darlings
Hey you, pretty looking
(Hei kamu, yang terlihat begitu manis)
Got me acting stupid over and over (Membuatku bertingkah bodoh lagi dan lagi)
Oh, I’ve been wanting to tell you
(Oh, sudah lama aku ingin mengatakan padamu)
That I need you
(Bahwa aku membutuhkanmu)
And I crave you
(Dan aku sangat menginginkanmu)
And I wanna be closer
(Dan aku ingin lebih dekat denganmu)
(But I’m) completely frozen when I see you ((Tapi aku) benar-benar membeku saat melihatmu)
Walking right past me
(Berjalan tepat melewatiku)
Whenever I catch you looking at me
(Setiap kali aku memergokimu melihat ke arahku)
I can’t feel my knees
(Lututku terasa lemas)
All I want is us
(Yang kuinginkan hanyalah kita)
All I want is you, yeah you
(Yang kuinginkan hanyalah kamu, ya kamu)
I’m fine being alone
(Aku tak masalah sendirian)
If it leads to you, yeah you
(Jika itu membawaku padamu, ya kamu)
Say you feel it when you’re next to me (Katakan kau juga merasakannya saat berada di dekatku)
Tell me this is more than fantasy
(Katakan ini lebih dari sekadar khayalan)
Would you be with me?
(Maukah kau bersamaku?)
Am I loving you alone?
(Apa hanya aku yang mencintaimu sendirian?)
When you’re joking, singing got me blushing
(Saat kau bercanda dan bernyanyi, aku jadi tersipu malu)
Falling harder and harder
(Aku jatuh cinta semakin dalam)
All of a sudden the day feels fantastic (Tiba-tiba hariku terasa begitu indah)
Like it’s magic, ‘cause we finally got closer
(Seperti sihir, karena akhirnya kita jadi lebih dekat)
(But still) I’m petrified when you call my name
((Tapi tetap saja) aku sangat gugup saat kau memanggil namaku)
Saying hi to me
(Menyapaku)
Can’t even look at you ‘cause I might
(Aku bahkan tak bisa menatapmu karena mungkin aku akan)
Die with a smile on my face
(Mati dengan senyum di wajahku)
All I want is us
(Yang kuinginkan hanyalah kita)
All I want is you, yeah you
(Yang kuinginkan hanyalah kamu, ya kamu)
I’m fine being alone
(Aku tak masalah sendirian)
If it leads to you, yeah you
(Jika itu membawaku padamu, ya kamu)
Say you feel it when you’re next to me (Katakan kau juga merasakannya saat berada di dekatku)
Tell me this is more than fantasy
(Katakan ini lebih dari sekadar khayalan)
Would you be with me?
(Maukah kau bersamaku?)
Am I loving you alone?
(Apa hanya aku yang mencintaimu sendirian?)
Oh it’s you, oh it’s you
(Oh itu kamu, oh itu kamu)
Oh it’s you, oh it’s you
(Oh itu kamu, oh itu kamu)
Oh, I feel it when you’re next to me
(Oh, aku merasakannya saat kau di dekatku)
I know this is just my fantasy
(Aku tahu ini mungkin hanya khayalanku)
Would you let me be?
(Maukah kau menerimaku?)
‘Cause I’m loving you alone
(Karena aku mencintaimu sendirian)
(fyi/kun)






