Ringkasan Berita:
- Perayaan Hari Raya Kenaikan Tuhan Yesus Kristus di Gereja Katolik Santo Petrus Tuban berlangsung aman dan fokus pada doa ekaristi.
- Romo Stefanus Cholik Kurniadi menekankan pentingnya mewartakan kabar keselamatan Allah dan menjadi saksi kasih dalam kehidupan sehari-hari.
- Sekitar 300 umat Katolik hadir dalam doa ekaristi, menekankan dialog lintas agama, perdamaian, dan sukacita hidup.
Tuban (beritajatim.com) – Perayaan Hari Raya Kenaikan Tuhan Yesus Kristus di Gereja Katolik Santo Petrus Tuban, Kabupaten Tuban, berlangsung dengan aman dan khidmat. Ratusan umat Katolik hadir untuk mengikuti doa ekaristi tanpa ada perayaan khusus lainnya. Fokus utama acara ini adalah memperdalam makna iman melalui doa dan kesaksian hidup sehari-hari.
Pastor Gereja Katolik Tuban, Romo Stefanus Cholik Kurniadi, menjelaskan bahwa kegiatan ini menekankan pentingnya membaharui kembali tugas perutusan umat Katolik.
“Perayaan ini kami mengajak umat katolik untuk membaharui kembali tugas perutusan, yakni yang pertama mewartakan peristiwa sengsara, wafat, kebangkitan Kristus sebagai karya keselamatan Allah bagi manusia,” ujar Romo Stefanus, Kamis (14/5/2026).
Selain itu, Romo Stefanus menekankan bahwa umat Katolik diajak untuk mengalami kasih Allah yang menyelamatkan dalam kehidupan sehari-hari. “Kalau sudah dikasihi Allah maka harus mengasihi sesama lewat karya kebaikan, menjadi saksi yang benar dan baik lewat tutur kata dan tindakan,” imbuhnya.
Ia juga menyoroti pentingnya dialog iman dan dialog kehidupan lintas agama sebagai wujud kasih dan damai. “Kemudian, melakukan dialog iman dan dialog kehidupan dengan sesama lintas agama, membawa damai dalam hidup, mau memaafkan sesama, dan berusaha hidup dalam kasih dan suka cita,” tambahnya.
Romo Stefanus menegaskan, merayakan Hari Raya Kenaikan Tuhan berarti mewartakan dan menjadi saksi hidup kabar Injil dalam kehidupan sehari-hari. “Umat katolik menghidupi arti ayat dalam surat Yakobus 2: 26 yaitu tubuh tanpa roh adalah mati, demikian juga iman tanpa perbuatan adalah mati,” jelasnya.
Ia menekankan bahwa kesaksian hidup sehari-hari, terutama dalam dialog kehidupan dengan sesama anak bangsa, akan menumbuhkan sukacita hidup dan persaudaraan.
Dalam doa ekaristi yang diadakan, tercatat sekitar 300 umat Katolik hadir dan mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan khidmat. Perayaan yang sederhana ini menjadi momen refleksi iman dan memperkuat semangat kasih dalam kehidupan umat Katolik di Tuban. [dya/suf]

as a preferred source on Google




