Ringkasan Berita:
- JIIPE Gresik kembali menjadi sorotan sebagai kawasan industri strategis nasional.
- Sinergi pemerintah, pengelola kawasan, dan aparat dinilai memperkuat iklim investasi.
- Kawasan ini menampung berbagai sektor industri unggulan termasuk smelter emas dan pelabuhan internasional.
- Hilirisasi industri disebut menjadi kunci peningkatan daya saing dan pertumbuhan ekonomi.
Gresik (beritajatim.com) – Java Integrated Industrial and Port Estate kembali menjadi sorotan nasional sebagai salah satu kawasan industri dan pelabuhan terpadu terbesar di Indonesia. Kolaborasi antara pemerintah daerah, pengelola kawasan industri, dan aparat keamanan dinilai semakin memperkuat iklim investasi yang kondusif sekaligus mendorong pertumbuhan industri berkelanjutan di Jawa Timur.
Kawasan industri strategis di Kabupaten Gresik tersebut kini menjadi pusat berbagai sektor unggulan, mulai dari smelter pemurnian emas, industri gas, kaca, pupuk, hingga pelabuhan internasional yang menopang rantai pasok industri nasional.
Komitmen terhadap penguatan hilirisasi industri terlihat saat Kohir bersama Fandi Akhmad Yani melakukan kunjungan langsung ke kawasan JIIPE, Rabu (13/5/2026). Dalam kunjungan tersebut, keduanya meninjau proses pengolahan bahan baku menjadi produk bernilai tambah tinggi, termasuk aktivitas pemurnian emas di kawasan smelter modern.
Langkah hilirisasi tersebut dinilai menjadi bagian penting dalam memperkuat daya saing industri nasional sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi berbasis nilai tambah.
JIIPE sendiri merupakan kawasan industri dan pelabuhan terpadu yang diresmikan Joko Widodo pada 2018. Dengan konsep integrated industrial estate dan deep-sea port, kawasan ini terus berkembang menjadi hub industri strategis nasional yang mendukung konektivitas logistik, efisiensi rantai pasok, serta peningkatan daya saing industri Indonesia di pasar global.
Keberadaan kawasan industri terintegrasi tersebut juga disebut memberikan kontribusi besar terhadap peningkatan investasi, pembukaan lapangan kerja baru, pengembangan industri hilir, hingga pertumbuhan ekonomi daerah maupun nasional.
Brigjen TNI Kohir menegaskan pentingnya sinergi lintas sektor dalam menjaga stabilitas kawasan industri agar aktivitas investasi dan operasional perusahaan berjalan optimal.
“JIIPE memiliki kawasan industri yang sangat strategis dan terus berkembang. Karena itu, dibutuhkan kolaborasi yang kuat antara pengelola kawasan, pemerintah daerah, aparat serta seluruh stakeholder untuk memastikan ekosistem industri dan investasi tetap kondusif, aman dan berkelanjutan,” ujarnya.
Sementara itu, Direktur JIIPE, Bambang Sutiyono, mengapresiasi dukungan seluruh pihak dalam menciptakan lingkungan investasi yang positif dan mendukung keberlanjutan operasional kawasan industri maupun pelabuhan.
“Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan dan sinergi semua pihak sehingga aktivitas industri dan operasional pelabuhan di kawasan JIIPE dapat berjalan dengan baik. Kami berharap JIIPE terus menjadi kawasan industri strategis yang mampu menarik investasi, memperkuat industri nasional dan memberikan manfaat ekonomi yang luas bagi masyarakat,” katanya.
Kunjungan kerja tersebut diharapkan semakin memperkuat koordinasi dan kolaborasi antar pemangku kepentingan dalam mendukung pengembangan kawasan industri modern, berdaya saing global, dan berkelanjutan di Kabupaten Gresik. [dny/beq]






