Bondowoso (beritajatim.com) – Java Coffee Estate (JCE) Blawan Ijen menetapkan target produksi yang ambisius untuk tahun 2026 mendatang.
Manajemen memproyeksikan produksi sebesar 1.000 ton kopi kering, atau setara dengan sekitar 8 juta kilogram kopi gelondong. Selain memperkuat pasar ekspor tradisional, perusahaan kini mulai membidik potensi besar di pasar Timur Tengah.
Manajer JCE Blawan Ijen, Hastudy Yunarko, mengungkapkan bahwa target tersebut didasarkan pada hasil taksasi yang menunjukkan potensi lahan sangat memungkinkan untuk mencapai angka tersebut. Saat ini, fokus utama adalah mengoordinasikan seluruh sumber daya dan sinergi dengan stakeholder terkait agar realisasi target dapat berjalan optimal.
Ekspansi Pasar dan Klon Unggulan
Selama ini, sebagian besar produk JCE telah diekspor ke Eropa dan Amerika. Namun, JCE melihat adanya tren kenaikan konsumsi kopi yang signifikan di kalangan anak muda di Timur Tengah.
“Kami mulai menjajaki pasar Timur Tengah yang memiliki potensi besar. Jika digarap maksimal, biaya distribusi juga bisa lebih efisien karena jarak pengiriman yang relatif lebih dekat dibandingkan ke Eropa atau Amerika,” ujar Hastudy, Senin (11/5/2026).
Untuk mendukung produktivitas, JCE tengah mengembangkan sekitar 1.500 hektare tanaman baru sejak tahun 2022 dengan menggunakan klon-klon unggulan seperti Andungsari dan Komasti. Klon ini diklaim mampu menghasilkan produktivitas di atas 1.500 kilogram per hektare.
Kontribusi Ekonomi dan Sosial
Kegiatan panen tahun ini dijadwalkan berlangsung mulai Mei hingga pertengahan September di atas lahan seluas 2.500 hektare. Aktivitas ini memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat sekitar dengan terserapnya kurang lebih 4.000 tenaga kerja setiap harinya, mulai dari tenaga petik hingga pengolahan.
Manajemen memperkirakan penyaluran upah mencapai Rp6 hingga Rp8 miliar setiap bulannya, yang diharapkan menjadi motor penggerak ekonomi di kawasan Ijen.
Upaya JCE ini pun mendapat dukungan penuh dari tokoh agama setempat. Pemuka Agama Kecamatan Ijen, Kiai Zakaria Muhtar, memberikan apresiasi atas kontribusi PTPN dalam mendukung ketahanan pangan nasional dan kesejahteraan masyarakat.
“Sejak tahun 2012 hingga 2026, dalam perjalanan safari dakwah kami di kawasan Ijen, kerja sama dan dukungan dari pihak perkebunan terjalin sangat baik, baik dari sisi spiritual maupun sosial,” ungkap Kiai Zakaria.
Beliau menambahkan bahwa menjaga tanaman dan lingkungan adalah bagian dari tanggung jawab maqashid syariah, khususnya dalam menjaga jiwa (hifdzun nafs).
Kualitas Standar Global
Dalam upaya mengejar target ekspor sebesar 90 persen dari total produksi, JCE memastikan kualitas tetap terjaga ketat. Komposisi buah merah (red cherry) saat panen ditargetkan minimal 95 persen dengan pemisahan kualitas superior dan inferior.
Proses pengolahan tetap konsisten menggunakan metode full wash dan sun drying untuk menghasilkan cita rasa kopi yang sesuai dengan standar pelanggan internasional, guna terus menyumbang devisa bagi negara. (awi/ted)






