Probolinggo (beritajatim.com) – Krisis air bersih melanda Kota Probolinggo, Jumat (8/5/2026). Sejak pukul 08.00 WIB, distribusi air milik Perumdam Bayuangga mendadak mati total dan membuat ribuan pelanggan di berbagai wilayah kota kelimpungan.
Warga mengaku tidak mendapat pasokan air sama sekali sejak pagi. Aktivitas rumah tangga mulai dari mandi, memasak hingga mencuci pun terganggu akibat lumpuhnya distribusi air bersih tersebut.
Setelah ditelusuri, gangguan itu dipicu pecahnya pipa utama distribusi air akibat pergeseran tanah. Kondisi pipa yang telah berusia puluhan tahun disebut memperparah kerusakan hingga membuat aliran air ke seluruh kota terganggu.
Humas Perumdam Bayuangga Kota Probolinggo, Agus Sugianto, mengatakan kerusakan terjadi cukup parah sehingga proses evakuasi pipa harus menggunakan alat berat milik Dinas PUPR Kota Probolinggo.
“Penyebabnya karena faktot alam dan pergeseran tanah. Selain itu usia pipa memang sudah cukup tua, puluhan tahun,” kata Agus saat dikonfirmasi.
Pipa yang pecah disebut merupakan jalur vital distribusi air bersih. Akibatnya, hampir seluruh wilayah Kota Probolinggo terdampak gangguan layanan.
Petugas Perumdam Bayuangga hingga Jumat siang masih berjibaku di lokasi kerusakan. Proses perbaikan bahkan dilakukan secara lembur agar suplai air bisa segera kembali normal.
“Sekarang masih proses perbaikan dan petugas juga lembur supaya layanan cepat normal kembali,” ujarnya.
Dalam upaya darurat, Perumdam Bayuangga mengandalkan satu sumur bantuan di wilayah Kecamatan Wonoasih untuk menopang distribusi sementara. Namun kapasitas debit air dinilai masih jauh dari cukup untuk memenuhi kebutuhan pelanggan se-Kota Probolinggo.
“Ada sumur di Wonoasih, tapi debitnya masih kurang,” tambah Agus.
Hingga berita ini ditulis, belum ada kepastian kapan distribusi air akan kembali normal sepenuhnya. Sementara itu, warga berharap proses perbaikan bisa segera rampung mengingat kebutuhan air bersih menjadi kebutuhan utama masyarakat setiap hari. (rap/but)





