Magetan (beritajatim.com) – Puluhan peternak ayam petelur di Kabupaten Magetan menggelar aksi bagi-bagi telur gratis kepada pengguna jalan, Rabu (6/5/2026) siang. Sebanyak tiga ton telur dibagikan di kawasan simpang empat Alun-alun Magetan. Aksi ini sebagai bentuk protes atas anjloknya harga telur di pasaran dan tingginya biaya pakan ternak.
Dalam aksi tersebut, para pengendara sepeda motor, mobil hingga truk yang melintas menerima satu bungkus telur berisi enam butir. Pembagian dilakukan langsung oleh perwakilan peternak yang turun ke jalan.
Aksi ini dipicu turunnya harga telur dalam dua pekan terakhir. Dari sebelumnya sekitar Rp27.000 per kilogram, kini merosot menjadi Rp22.800 per kilogram atau berada di bawah harga pokok penjualan (HPP) yang ditetapkan pemerintah sebesar Rp26.500 per kilogram.
Kondisi tersebut diperparah dengan kenaikan harga pakan ternak. Harga pakan disebut naik dari Rp400.000 menjadi Rp424.000 per sak dengan berat 50 kilogram, sehingga menekan biaya produksi para peternak.
Perwakilan peternak, Teguh Wahyudi, menyebut kondisi ini membuat peternak merugi. “Peternak menjerit karena harga telur anjlok di bawah HPP, sementara harga pakan terus naik,” ujarnya.
Para peternak berharap pemerintah segera turun tangan untuk menstabilkan harga telur dan pakan. Jika tidak ada langkah konkret, mereka khawatir banyak peternak akan gulung tikar akibat kerugian berkepanjangan.
Aksi tersebut disambut antusias masyarakat. Salah satu pengguna jalan, Anarifah, mengaku terbantu dengan pembagian telur gratis. “Dapat satu bungkus untuk digoreng di rumah, dibagi gratis,” katanya.
Selain itu, para peternak juga meminta pemerintah menindak tegas perusahaan asing yang belakangan marak masuk ke sektor peternakan layer di Indonesia.
Usai aksi, para peternak melanjutkan audiensi ke kantor Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) setempat. Dari hasil pertemuan tersebut, pihak dinas menyatakan akan membantu penyerapan telur ayam milik para peternak guna menjaga stabilitas harga di tingkat produsen. [fiq/but]






