Ringkasan Berita:
- Banyuwangi mencatat 51.575 kunjungan wisatawan selama long weekend 1-3 Mei 2026.
- Mayoritas wisatawan berasal dari domestik dengan 50.719 pengunjung.
- Agro Wisata Tamansuruh menjadi destinasi paling ramai dikunjungi.
- Pemkab Banyuwangi berkomitmen meningkatkan kualitas layanan wisata.
Banyuwangi (beritajatim.com) – Kabupaten Banyuwangi mencatat lonjakan signifikan kunjungan wisatawan selama long weekend 1 hingga 3 Mei 2026 dengan total 51.575 pengunjung memadati berbagai destinasi unggulan di Bumi Blambangan.
Dari total tersebut, sebanyak 50.719 merupakan wisatawan nusantara, sementara 856 lainnya adalah wisatawan mancanegara yang turut menikmati berbagai objek wisata andalan Banyuwangi.
Tingginya angka kunjungan ini mempertegas posisi Banyuwangi sebagai salah satu destinasi wisata unggulan nasional yang terus menarik minat wisatawan lokal maupun internasional.
Agro Wisata Tamansuruh (AWT) menjadi destinasi favorit dengan jumlah kunjungan tertinggi mencapai 8.037 wisatawan selama periode libur panjang.
Di posisi kedua, De Djawatan Forest yang terkenal dengan panorama hutan eksotisnya berhasil menarik 7.254 pengunjung.
Sementara Pantai Boom Marina menempati urutan ketiga dengan 5.883 kunjungan.
Lonjakan wisatawan ini menjadi sinyal positif bagi sektor pariwisata Banyuwangi sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat lokal melalui sektor perhotelan, kuliner, transportasi, dan UMKM.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banyuwangi, Hartono, menegaskan bahwa peningkatan kunjungan tersebut menjadi tantangan sekaligus peluang besar bagi pemerintah daerah.
“Lonjakan wisatawan yang luar biasa ini adalah amanah bagi kami. Pemerintah Kabupaten Banyuwangi berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas dan standar wisata agar setiap pengunjung mendapatkan pengalaman yang aman, nyaman, dan berkesan selama berada di sini,” jelasnya.
Hartono menambahkan bahwa pemerintah daerah akan terus melakukan pembenahan pelayanan, penguatan infrastruktur, serta peningkatan kualitas destinasi guna menjaga tren positif sektor wisata.
Momentum libur panjang awal Mei ini juga diharapkan menjadi pemicu pertumbuhan ekonomi daerah yang lebih luas melalui kolaborasi lintas sektor.
Dengan performa pariwisata yang terus meningkat, Banyuwangi optimistis mampu mempertahankan reputasinya sebagai salah satu pilar utama industri pariwisata Indonesia sepanjang 2026. [alr/beq]





