Jombang (beritajatim.com) – Bupati Jombang Warsubi menegaskan pentingnya transformasi BUMD dalam kegiatan Pembinaan Pengelolaan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kabupaten Jombang Tahun 2026, yang berlangsung di Ruang Pertemuan Lantai 7 Bank Jombang, Selasa (5/5/2026).
Dalam arahannya, Bupati Warsubi meminta seluruh direksi dan pengurus BUMD untuk bergerak cepat melakukan inovasi agar BUMD bisa memberikan kontribusi nyata bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD) sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Sebagai pemilik modal, Pemerintah Kabupaten Jombang menegaskan bahwa keberadaan BUMD harus produktif dan memberikan manfaat nyata bagi pembangunan dan pemberdayaan ekonomi di daerah,” tegas Bupati Warsubi.
Bupati juga menekankan penerapan Good Corporate Governance (GCG) yang meliputi akuntabilitas, transparansi, independensi, dan keadilan. Ia meminta setiap BUMD menghadirkan minimal satu inovasi layanan atau produk unggulan setiap tahun untuk mendukung kemajuan daerah.
Secara spesifik, Bupati memberi arahan kepada empat BUMD Jombang: PT BPR Bank Jombang Perseroda diminta mempercepat transformasi digital dan memperluas inklusi keuangan bagi UMKM.
Perumda Air Minum Tirta Kencana diarahkan menekan angka kehilangan air dan menjaga kualitas air sesuai standar kesehatan.
Perumda Aneka Usaha Seger diminta mengoptimalkan Laboratorium Kesehatan agar menjadi rujukan utama masyarakat serta menjaga stabilitas harga pangan. Perumda Perkebunan Panglungan diharapkan mengoptimalkan lahan dengan komoditas bernilai tinggi dan mengembangkan konsep Agro-Eduwisata.
Kegiatan ini juga dihadiri jajaran pejabat Pemkab Jombang, termasuk Asisten Perekonomian dan Pembangunan Bambang Suntowo, Kepala Bagian Perekonomian Suparyono, serta para Komisaris dan Direktur BUMD terkait.
Pembinaan BUMD ini menjadi momentum penting untuk bersinergi mewujudkan visi ‘Jombang Maju dan Sejahtera untuk Semua’, melalui inovasi dan kinerja nyata yang langsung dirasakan masyarakat. [suf]






