RINGKASAN BERITA:
Petugas Sektor 7 Misfalah Makkah menyelesaikan masalah air mati di Hotel 714 dalam kurun waktu kurang dari sepuluh jam.
Kendala teknis di Al Asalah Al Bikyah Hotel tersebut sempat menimpa jemaah dari Kloter 1 dan 2 Embarkasi Yogyakarta (YIA).
PPIH Sektor 7 memastikan seluruh fasilitas akomodasi jemaah telah melalui proses pemeriksaan ketat sebelum ditempati.
Makkah (beritajatim.com) – Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Sektor 7 Misfalah berhasil menangani kendala teknis air mati di Al Asalah Al Bikyah Hotel (Hotel 714) Makkah pada Selasa (5/5/2026).
Masalah yang dilaporkan jemaah pada dini hari tersebut berhasil diselesaikan dalam hitungan jam sebelum masuk waktu shalat Zuhur setelah tim sektor melakukan koordinasi intensif dengan pihak pengelola hotel.
Laporan mengenai berhentinya pasokan air di hotel berkapasitas 1.754 orang tersebut diterima petugas sekitar pukul 02.00 Waktu Arab Saudi (WAS). Di hotel tersebut, saat ini sudah terdapat tiga kelompok terbang (kloter) yang menginap, termasuk jemaah dari Kloter 1 dan 2 Embarkasi Yogyakarta (YIA).
Wartawan beritajatim.com, Muhammad Isnan yang tergabung dalam Media Center Haji (MCH) Kemenhaj RI melaporkan dari Arab Saudi, kesiapsiagaan petugas di lapangan menjadi kunci utama penanganan masalah akomodasi ini.
Begitu laporan masuk, Sekretaris PPIH Sektor 7 Misfalah, Salamun Ali Mafaz, langsung menginstruksikan tim pendukung untuk mendesak manajemen hotel melakukan perbaikan tanpa penundaan.
“Kami sudah menekankan ke seluruh anggota sektor, setiap ada masalah dari jamaah, wajib segera diatasi. Tidak boleh berlama-lama,” tegas Salamun saat memberikan keterangan di Makkah.
Komitmen Pelayanan Tanpa Jeda
Masalah air mati ini sempat disampaikan langsung oleh jemaah kepada tim pembimbing ibadah (Bimbad) PPIH Arab Saudi Daker Makkah yang sedang melakukan kegiatan visitasi dan edukasi (visduk). Melalui komunikasi yang efektif antara tim sektor dan manajemen hotel, pasokan air kembali normal sebelum aktivitas ibadah siang hari jemaah dimulai.
Salamun menjelaskan bahwa sebelum jemaah menempati hotel, petugas sektor sebenarnya telah melakukan audit fasilitas secara mendalam. Prosedur check list diberlakukan untuk memeriksa setiap aspek, mulai dari fungsionalitas keran di kamar mandi hingga ketersediaan genset cadangan jika terjadi pemadaman listrik.
“Kami ada check list apa saja yang harus diperiksa. Kalau di hotel, kami cek tandon penampungan air. Juga genset, kalau ada listrik padam, petugas tahu dimana letak genset. Yang di kamar pun kami lihat. Mulai dari kasurnya, sprei. Yang di kamar mandi pun sama, sanitari dan kran-kran air kami cek semua,” tambahnya.
Setiap temuan sarana yang dianggap tidak layak akan langsung dilaporkan dan dinyatakan tidak memenuhi standar oleh tim sektor. Kemenhaj RI melalui Daker Makkah terus memantau setiap kendala akomodasi sebagai bahan evaluasi berkala untuk memastikan kenyamanan jemaah selama berada di Tanah Suci.
Seluruh permasalahan akomodasi yang muncul di lapangan dikoordinasikan secara rutin dengan Kasi Akomodasi Daker Makkah. “Semua persoalan akomodasi akan dicatat dan menjadi bahan evaluasi tahun berikutnya,” pungkas Salamun. [ian/MCH]






