Bojonegoro (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro melalui Dinas Peternakan dan Perikanan Bojonegoro kembali menggulirkan Program Domba Kesejahteraan 2026 dengan cakupan besar, menyasar 3.325 keluarga penerima manfaat (KPM) di 28 kecamatan.
Program ini menjadi salah satu strategi utama Pemkab Bojonegoro dalam memperkuat pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis peternakan rakyat.
Kepala Bidang Peternakan Disnakkan Bojonegoro, Indra Firmansyah, menjelaskan bahwa setiap penerima manfaat akan memperoleh paket bantuan usaha ternak sebagai modal awal.
“Setiap KPM nantinya akan menerima bantuan berupa sepasang domba jantan dan betina serta pakan konsentrat sebanyak 100 kilogram sebagai stimulan awal pengembangan usaha ternak,” jelasnya.
Program ini dirancang tidak sekadar sebagai bantuan sosial, tetapi sebagai instrumen penguatan ekonomi jangka panjang bagi keluarga kurang mampu.
Penetapan ribuan penerima dilakukan berdasarkan Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) guna memastikan program tepat sasaran.
Selain distribusi bantuan, pemerintah juga menyiapkan tahapan verifikasi serta bimbingan teknis agar para penerima memiliki kesiapan dalam mengelola usaha ternak secara berkelanjutan.
“Verifikasi dan bimbingan teknis menjadi tahapan penting agar bantuan tepat sasaran sekaligus memastikan kesiapan KPM dalam mengelola ternak,” imbuhnya.
Dengan jumlah penerima yang besar, program ini diharapkan mampu memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan pendapatan masyarakat, khususnya di sektor peternakan rakyat.
“Melalui program ini, kami berharap masyarakat dapat meningkatkan pendapatan dari hasil pengembangan ternak,” ujar drh. Indra.
Pemkab Bojonegoro juga menekankan pentingnya pemanfaatan bantuan sebagai modal usaha berkelanjutan, bukan sekadar untuk kebutuhan jangka pendek.
Melalui cakupan 3.325 KPM, Program Domba Kesejahteraan 2026 diharapkan menjadi salah satu langkah konkret dalam memperkuat kemandirian ekonomi warga sekaligus menekan angka kemiskinan di Bojonegoro. [lim/beq]






