Jember (beritajatim.com) – Sebanyak 2.956 orang jemaah haji akan diberangkatkan dari Kabupaten Jember, Jawa Timur, menuju Tanah Suci Mekkah pada 14-16 Mei 2026. Jumlah ini yang terbesar di Jawa Timur.
“Tapi angka ini masih mungkin bertambah karena ada tiga jemaah yang siap. Tinggal menunggu SK cadangan naik. Kalau ini jadi SK, maka jumlahnya menjadi 2.959 orang,” kata Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Jember Nur Sholeh, usai acara doa bersama dan pelepasan jemaah haji di Balai Serba Guna, Senin (4/5/2026).
Jemaah tertua berusia 99 tahun dari Kecamatan Puger dan termuda berusia 14 tahun dari Kecamatan Sumbersari. Total ada enam jemaah haji yang meninggal dunia menjelang berangkat.
“Beberapa jemaah yang meninggal jelang keberangkatan, istrinya menyatakan siap berangkat tahun ini. Ada dari Kecamatan Sukorambi, Ambulu, dan Umbulsari,” kata Nur Sholeh. Namun proses pelimpahan butuh waktu lama sehingga baru bisa digantikan untuk musim haji tahun depan.
Sementara itu petugas haji yang diberangkatkan sebanyak 31 orang, termasuk ketua kelompok terbang, pembimbing ibadah kelompok terbang (kloter), dokter, dan paramedis.
Kantor Kementerian Haji dan Umrah Jember mencatat. ada 350 orang jemaah haji yang berisiko tinggi (risti). “Untuk risti ini teridentifikasi dari kartu identitas. Jadi kalau di kartu identitas ada bulatan warna merah, berarti ini jemaah risti dan jadi perhatian petugas kloter, petugas embarkasi, maupun petugas di Arab Saudi,” kata Nur Sholeh.
Semua jemaah haji akan mendapatkan gelang identitas dan kartu nusuk atau smart card. Kartu ini digunakan oleh jemaah untuk bisa mengakses kawasan Masjidil Haram, Masjid Nabawi, dan kawasan Armuzna (Arafah Muzdalifah, dan Mina).
Para jemaah haji asal Jember akan diberangkatkan dari Kecamatan Tanggul. “Dulu sempat dilepaskan di (depan kantor) Pemkab Jember. Tapi kasihan yang dari Jombang, Kencong, Gumukmas,” kata Bupati Muhammad Fawait.
Gus Fawait, sapaan akrabnya, berharap para jemaah haji bisa menjaga kesehatan. “Ibadah haji ini bukan cuma ibadah batin saja, tapi juga ibadah fisik,” katanya. [wir/aje]






