RINGKASAN BERITA:
Sebanyak 140 bus shalawat disiagakan di Terminal Ajyad untuk melayani jemaah rute Misfalah.
Layanan transportasi beroperasi 24 jam dengan waktu tunggu singkat maksimal 10 menit.
Rute yang saat ini aktif adalah rute 16, 17, dan 18 dan akan bertambah secara bertahap.
Petugas lapangan melakukan pengawalan jemaah hingga kembali ke hotel demi kenyamanan.
Makkah (beritajatim.com) – Sebanyak 140 unit bus shalawat disiagakan di Terminal Ajyad, Makkah, guna melayani mobilisasi jemaah haji Indonesia rute Misfalah dengan waktu tunggu hanya 5 hingga 10 menit.
Terminal yang berjarak sekitar 150 meter dari pelataran Masjidil Haram ini menjadi titik krusial pergerakan jemaah, terutama saat suhu udara di Makkah mulai menyentuh angka 43 derajat Celsius yang menuntut layanan transportasi cepat dan responsif.
Wartawan beritajatim.com, Muhammad Isnan yang tergabung dalam Media Center Haji Center (MCH) Kemenhaj RI melaporkan dari Arab Saudi, operasional di Terminal Ajyad terpantau lancar sejak dimulai pada Kamis (30/4/2026).
Keberadaan bus shalawat ini sangat dinantikan jemaah untuk menghindari paparan panas ekstrem saat melakukan perjalanan ibadah dari pemondokan menuju Masjidil Haram.
Rute Layanan dan Sistem Shuttle 24 Jam
Kepala Pos Terminal Bus Ajyad, Kapten M Rif’at Sitorus, menjelaskan bahwa armada yang disiapkan dikhususkan untuk melayani jemaah haji yang menempati wilayah pemondokan Misfalah di sektor 7, 8, dan 9. Untuk memastikan efisiensi, manajemen transportasi menerapkan sistem shuttle yang beroperasi nonstop selama 24 jam.
“Untuk saat ini rute yang sudah kita layani adalah rute 16, 17, dan 18. Dan akan bertambah untuk rute 19, 20 sampai 21 setelah jemaah seluruhnya datang ke wilayah Misfalah,” ujar Sitorus saat ditemui di Terminal Ajyad, Minggu (3/5/2026).
Perwira Pertama TNI AU ini menjamin jemaah tidak perlu menunggu lama di halte pemberangkatan. “Bus terus berputar, sehingga jemaah tidak perlu menunggu lama. Kita pastikan waktu tunggu sekitar 5 sampai 10 menit, tidak pernah terlambat,” jelasnya.
Pengawalan dan Antisipasi Kepadatan
Selain memastikan frekuensi bus tetap terjaga, petugas di Terminal Ajyad juga menyiapkan skema antisipasi jika terjadi lonjakan jemaah pada jam-jam tertentu, terutama usai waktu shalat fardu. Jika satu rute mengalami penumpukan, jemaah akan diarahkan ke rute terdekat yang tersedia untuk memecah kepadatan.
Layanan ini juga mengedepankan aspek perlindungan jemaah. Petugas di lapangan diinstruksikan untuk memandu pergerakan jemaah sejak turun dari bus hingga memastikan mereka masuk ke hotel dengan aman. “Kita kawal jemaah haji sampai ke hotel sehingga mereka masih nyaman,” lanjut Sitorus.
Hingga hari keempat operasional, Kemenhaj melaporkan belum ada kendala berarti dalam proses pendorongan jemaah di sektor Misfalah. Kelancaran ini diharapkan terus terjaga hingga seluruh kuota jemaah Indonesia tiba di Makkah dan memasuki fase puncak haji. Penyiapan armada yang masif di Terminal Ajyad menjadi bagian dari standar pelayanan tinggi untuk menjaga kesehatan jemaah agar tidak kelelahan akibat faktor cuaca dan durasi tunggu. [ian/MCH]






