Jember (beritajatim.com) – Musyawarah Cabang X Partai Persatuan Pembangunan Kabupaten Jember, Jawa Timur, di Hotel Royal, Senin (4/5/2026), menghadirkan pertarungan dua kandidat: petahana Madini Farouq dan Ketua Fraksi PPP DPRD Jember Ikbal Wilda Fardana.
Muscab diikuti 31 pengurus anak cabang (PAC) PPP dari 31 kecamatan di Kabupaten Jember. Mereka diagendakan memilih empat formatur PAC dan seorang formatur Dewan Pimpinan Cabang PPP, yang nantinya akan bekerja sama dengan formatur dari Dewan Pimpinan Pusat PPP dan DPW PPP Jawa Tmur unruk memilih ketua DPC PPP 2026-2031.
“Agenda muscab ini untu melanjutkan estafet lepemimpinan. Bahan evaluasi dan konsolidasi agar mesin partai ini bisa lebih solid dan kompak,” kata Ketua Tim Muscab Dewan Pimpinan Wilayah PPP Jatim Nurhasan, usai acara pembukaan.
Madini Farouq yang akrab disapa Gus Mamak sebenarnya sudah dua periode memimpin DPC PPP Jember pada 2016-2021 dan 2021-2026. Namun dia mendapat diskresi untuk mencalonkan diri kembali setelah 26 PAC mengajukan permohonan kepada DPP PPP.
Madini dinilai cukup berprestasi selama memimpin PPP Jember. Dia berhasil menaikkan junlah kursi PPP di DPRD Jember dari tiga kursi pada Pemilu 2014 menjadi lima kursi pada Pemilu 2019. Saat kursi di parlemen sejumlah daerah turun, PPP berhasil mempertahankan lima kursi di DPRD Jember pada Pemilu 2024.
Selain itu, PPP di bawah kepemimpinan Madini berhasil mengantarkan calon bupati yang direkomendasikan memenangi pemilihan kepala daerah Jember pada 2020 dan 2024. “Dulu saya mengawal Pak Hendy Siswanto, sekarang Gus Muhammad Fawait menjadi bupati,” katanya.
Namun dengan memperoleh diskresi, bukan berarti Madini otomatis terpilih kembali. “Namun dengan turunnya diskresi, itu berarti saya boleh mencalonkan diri ketiga kalinya. Karena aturan normalnya kan maksimal dua periode,” katanya.
Madini yakin bakal terpilih kembali karena didukung 26 PAC. Kehadiran Ikbal Wilda Fardana sebagai salah satu kandidat dinilainya positif bagi dinamika PPP.
“Itu menunjukkan bahwa PPP ini masih layak dan diminati. Kalau enggak ada yang mencalonkan diri, justru PPP ini tidak menarik lagi. Tapi ketika ada yang mau bersaing, maju, ini menunjukkan PPP masih seksi dan diperebutkan,” kata Madini.
Sementara itu Ikbal mencalonkan diri menjadi ketua dengan niat ibadah. “Kedua, ada beberapa hal yang yang perlu diperbaiki, karena DPC PPP Jember sedang tidak baik-baik saja,” katanya.
Menurut Ikbal, selama sepuluh tahun terakhir DPC PPP tidak memiliki kantor yang layak. Dia juga menilai perlunya transparansi anggaran partai sesuai pasal 79 ayat 4 AD/ART PPP yang mengharuskan audit dan pelaporan keuangan tahunjan kepada pengurus harian.
Ikbal mengklaim didukung 18 PAC. “Saya optimistis dengan arus perubahan teman-teman PAC di Kabupaten Jember,” katanya. [wir/but]






