Gresik (beritajatim.com) – Langkah menuju birokrasi modern terus dipercepat Pemerintah Kabupaten Gresik. Sebanyak 1.338 Aparatur Sipil Negara (ASN) digembleng melalui program Pelatihan Government Transformation Academy (GTA) Tahun 2026 guna menjawab tantangan era digital yang semakin kompleks.
Program ini merupakan kolaborasi strategis dengan Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia melalui Balai Pelatihan SDM, sebagai upaya membangun birokrasi yang adaptif, cerdas, dan berbasis teknologi.
Pelatihan dilaksanakan dengan metode blended learning. Peserta mengikuti sesi daring yang mencakup materi Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE), digital mindset, pengambilan keputusan berbasis data, hingga pengenalan kecerdasan buatan atau AI. Sementara itu, sesi tatap muka difokuskan pada penguatan kemampuan Business Process Engineer (BPE) sebagai inti transformasi kerja birokrasi.
Sekretaris Daerah Kabupaten Gresik, Achmad Washil Miftahul Rachman, menegaskan bahwa peningkatan kompetensi digital ASN kini menjadi kebutuhan mendesak, bukan lagi sekadar pilihan.
“Tahun ini targetnya bukan hanya mempertahankan, tetapi melampaui capaian tersebut dengan kualitas yang lebih terukur,” ujarnya, Senin (4/5/2026).
Ia menyebut, tren positif telah terlihat sejak 2025, di mana program pembelajaran hybrid mampu menjangkau 6.667 peserta—menjadi capaian tertinggi dalam sejarah pelatihan ASN di Gresik.
Menurutnya, transformasi digital tidak hanya soal adopsi teknologi, tetapi juga perubahan mendasar dalam pola pikir dan budaya kerja birokrasi. ASN dituntut lebih adaptif, kolaboratif, serta mampu memanfaatkan data sebagai dasar pengambilan kebijakan.
Capaian Gresik dalam implementasi SPBE pun tergolong impresif. Pada penilaian mandiri 2025, Gresik meraih skor 4,6 dari skala 5, yang menunjukkan kesiapan tinggi menuju sistem pemerintahan digital yang matang.
Memasuki 2026, fokus diarahkan pada penguatan konsep pemerintahan digital modern dengan menitikberatkan pada dampak nyata digitalisasi serta peningkatan sinergi antar perangkat daerah.
Sementara itu, Plt Kepala Balai Pelatihan SDM Komdigi RI, Bagus Winarko, menyebut pelatihan ini merupakan bagian dari program nasional Digital Talent Scholarship yang bertujuan mencetak talenta digital unggul.
Program tersebut tidak hanya diperuntukkan bagi ASN, tetapi juga terbuka bagi pelajar, mahasiswa, hingga profesional di berbagai sektor.
“Government Transformation Academy memang difokuskan untuk ASN, namun ekosistem pelatihan digital yang kami bangun dapat diakses lebih luas oleh masyarakat,” pungkasnya. [dny/but]






