Surabaya (beritajatim.com) — Grup musik Setia Band kembali meramaikan industri musik Tanah Air dengan merilis single terbaru berjudul “Hilang Ingatan” pada April 2026. Lagu ini menghadirkan nuansa berbeda dibandingkan karya-karya sebelumnya.
Jika biasanya lagu-lagu Setia Band identik dengan sentuhan dan penciptaan dari sang vokalis , kali ini lagu “Hilang Ingatan” ditulis oleh oleh Fery Hudaya dan diproduksi oleh DR2 Music Entertainment.
Perbedaan ini justru memberi warna baru bagi perjalanan musikal Setia Band. Dengan komposisi lirik yang kuat dan aransemen yang emosional, lagu ini berhasil menggambarkan luka batin seseorang yang ditinggalkan oleh orang yang sangat dicintainya. Tema patah hati memang bukan hal baru, namun “Hilang Ingatan” menyajikannya dengan pendekatan yang lebih dalam dan relatable.
Secara garis besar, lagu ini bercerita tentang seseorang yang berada di titik paling rapuh dalam hubungan. Ketika rasa cinta sedang berada di puncaknya, justru pasangan memilih pergi dan tidak lagi memiliki perasaan yang sama. Situasi ini menciptakan luka emosional yang begitu dalam hingga muncul keinginan untuk melupakan segalanya—bahkan jika harus “hilang ingatan”.
Secara musikal, Setia Band tetap mempertahankan ciri khas mereka—balutan pop melayu dengan sentuhan rock ringan yang emosional. Permainan gitar dari Pepeng juga memberi kekuatan pada suasana lagu, mendukung vokal Charly yang penuh penghayatan.
Dengan rilisnya “Hilang Ingatan”, Setia Band seolah menegaskan bahwa mereka belum kehilangan tempat di hati penikmat musik Indonesia, khususnya Setiaku —fans Setia Band.
Lirik Lagu Hilang Ingatan – Setia Band
Hilang sudah cintamu
Di saat ku sedang sayang-sayangnya
Hancur semua harapan
Sedalam-dalamnya luka
Mengapa kau biarkan
Hariku berharap kepadamu
Hingga kuterlena
Mulut manis sandiwaramu
Biarkan aku
Hilang ingatan
Menghapus semua kenangan
Semoga kau bahagia dengan hidupmu
Ku merelakan o perjalanan
Cintaku ini harus berakhir luka
Kini kucoba menahan
Sakit yang menyiksa
Mengapa kau biarkan
Hatiku berharap kepadamu
Hingga kuterlena
Mulut manis sandiwaramu
Uwoo…oo..
U u uuu..
Tak kuminta kau kembali
Tak kupaksa mencintai
Cukup lihatlah aku
Pergi untuk tak pernah kembali
Biarkan aku
Hilang ingatan
Menghapus semua kenangan
Semoga kau bahagia dengan hidupmu
Ku merelakan o perjalanan
Cintaku ini harus berakhir luka
Kini kucoba menahan
Sakit yang menyiksa
Ooooo…ooooo…uuu…
Kini kucoba menahan
Sakit yang menyiksa
(fyi)






