Surabaya (beritajatim.com) – Polisi masih mendalami motif RO (21) pemuda asal Madiun yang lompat dari lantai 20 Hotel Goldvitel Surabaya, Sabtu (2/5/2026) malam. Namun, berdasarkan informasi yang diterima polisi dari pihak keluarga, RO memang mengalami depresi.
“Informasi yang kami terima memang ada (depresi) tapi sejauh ini masih kami dalami lebih lanjut. Jadi masih penyelidikan,” kata Kanit Reskrim Polsek Genteng, Iptu Vian Wijaya, Minggu (3/5/2026).
Vian menjelaskan, dari keterangan saksi dan bukti rekaman CCTV yang diamankan, RO datang sendirian ke hotel Goldvitel. Ia diduga sudah berniat mengakhiri hidup.
“Tas (RO) ditaruh dibawah. Dia naik ke lantai 20 tanpa membawa tas. Dugaan sementara memang sudah niat (lompat) ketika datang,” imbuh Vian.
Informasi yang didapat oleh beritajatim, orang tua RO merupakan pasangan cerai. Ibunya tinggal di pulau Bali. Sementara ayahnya berada di Surabaya. Saat ini polisi masih terus mendalami motif RO mengakhiri hidup dengan cara lompat dari lantai 20 hotel Goldvitel Surabaya.
Diketahui sebelumnya, seorang pria berinisial RO (21) warga Madiun nekat lompat dari lantai 20 Hotel Goldvitel Surabaya, Sabtu (2/5/2026) malam. Aksi diduga bundir itu sempat membuat arus lalu lintas di Jalan Basuki Rahmat lumpuh total.
Dari keterangan sejumlah saksi di lokasi, RO datang ke lokasi cafe di lantai 20 Hotel Goldvitel sekitar pukul 21.48 malam dan duduk di bagian teras. Ia lantas duduk sendirian dan memesan salad buah kepada para pelayan.
“Ada pelayan yang mengantarkan pesanan sekitar pukul 10 malam. Korban (RO) sempat makan pesanannya,” kata salah satu pegawai yang enggan namanya disebut.
Tidak lama setelah makan salad buah yang dipesan, para pegawai hotel Goldvitel Surabaya mendengar suara keras. Saat ditelusuri, suara tersebut berasal dari benturan beton dan tubuh RO.
“Korban laki-laki sudah tergeletak. Dugaan kemarin memang bundir. Dia lompat sendiri,” imbuhnya.
Mendapati RO tergeletak di halaman parkir hotel, pihak keamanan langsung menelpon call center 110 dan 112 untuk meminta bantuan. Setelah petugas datang, jenazah langsung dibawa ke RS Bhayangkara untuk visum. [ang/suf]
Jika Anda atau seseorang yang Anda kenal mengalami gejala depresi atau menunjukkan tanda-tanda ingin melakukan aksi bunuh diri, segera cari bantuan profesional. Anda bisa menghubungi layanan darurat Kementerian Kesehatan di nomor 119 untuk mendapatkan pertolongan.






