Malang (beritajatim.com) – Kejuaraan Pencak Silat Antar Pelajar 2026 di Kabupaten Malang digelar oleh Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) untuk meningkatkan prestasi dan memperkuat pembinaan atlet pencak silat di wilayah tersebut.
Ajang ini juga berfungsi sebagai seleksi utama bagi atlet yang akan mewakili Kabupaten Malang pada Kejurprov Jatim 2026, yang dijadwalkan pada 18 hingga 22 Mei mendatang.
Zia Ulhaq, Ketua IPSI Kabupaten Malang, menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk membuktikan bahwa remaja di Kabupaten Malang tidak hanya cerdas di bidang akademik, tetapi juga tangguh di dunia olahraga.
“Hari ini kita buktikan bahwa remaja di Kabupaten Malang tidak hanya cerdas di kelas saja. Tapi juga tangguh di gelanggang. Atas nama IPSI Kabupaten Malang, saya bangga menyambut seluruh pesilat pelajar terbaik di kejuaraan hari ini,” ungkap Zia setelah membuka acara, Minggu (3/5/2026).
Zia juga menegaskan bahwa kejuaraan ini bukan tempat untuk permusuhan, melainkan untuk menunjukkan mental dan teknik terbaik. “Tunjukkan mental terbaik kalian. Tunjukkan teknik terbaik kalian. Dan yang paling penting, seorang pesilat harus mempunyai adab yang tinggi,” tegasnya.
Pencak silat, menurut Zia, merupakan warisan budaya bangsa yang mengandung nilai seni, sportivitas, disiplin, dan pembentukan karakter generasi muda. Untuk menjaga kelangsungan nilai-nilai tersebut dan meningkatkan prestasi pelajar, diperlukan wadah kompetisi yang terarah dan berkesinambungan.
Kejuaraan ini diadakan sebagai sarana untuk membina dan mengembangkan bakat atlet pencak silat pelajar, sekaligus melestarikan seni pencak silat itu sendiri.
Selain itu, Zia berharap bahwa melalui ajang ini, dapat terwujud kompetisi yang sportif dan edukatif, yang tidak hanya mempererat silaturahmi antar perguruan silat di Kabupaten Malang, tetapi juga mendukung pembentukan generasi muda yang berprestasi dan berkarakter.
Kejuaraan ini juga menjadi salah satu langkah untuk meningkatkan daya saing atlet pelajar menuju event-event olahraga bergengsi, seperti O2SN, POPDA, PORPROV, dan POPNAS.
Kejuaraan dimulai pada Jumat (1/5/2026) dan berakhir pada Minggu (3/5/2026), bertempat di SMA Negeri 1 Sumberpucung, Kabupaten Malang. Peserta yang berpartisipasi adalah pelajar aktif yang mewakili sekolah masing-masing, yang harus menunjukkan kartu pelajar atau surat keterangan dari sekolah.
Sementara itu, untuk kategori dewasa, peserta diwajibkan melampirkan surat tugas dari perguruan masing-masing.
Kejuaraan ini memiliki berbagai kelas tanding, seperti Kelas Tanding Pra Usia Dini (Singa), Kelas Tanding Usia Dini, Kelas Tanding Remaja, dan Kelas Tanding Dewasa. Setiap kelas memiliki ketentuan berat badan dan usia tertentu, di mana atlet bertanding berdasarkan pedoman selisih usia dan perbedaan tinggi badan atau berat badan.
Kategori seni dalam kejuaraan ini juga mencakup berbagai jenis jurus, baik tunggal tangan kosong, tunggal senjata, ganda, beregu jurus 1-6, serta IPSI full jurus. Pesilat terbaik pada kategori remaja akan dimasukkan dalam program pemantauan khusus IPSI Kabupaten Malang, sebagai aset prestasi masa depan daerah.
Zia berharap, dengan sistem berjenjang yang diterapkan dalam kejuaraan ini, akan menumbuhkan minat generasi muda untuk berlatih pencak silat dan memberikan mereka pengalaman bertanding yang berharga. [yog/suf]






