Gresik (beritajatim.com)- Demam mini soccer di Kabupaten Gresik semakin menggila. Tingginya minat masyarakat bermain sepak bola mini membuat bisnis penyewaan lapangan terus tumbuh pesat. Melihat peluang besar itu, Gresik Mini Soccer (GMS) resmi menggelar grand opening di kawasan Gumbira Park Telaga Ngipik, Minggu (3/5/2026).
Lapangan baru milik Agus dan Ade selaku owner GMS tersebut langsung mencuri perhatian pecinta olahraga di Kota Pudak. Bahkan, sebelum grand opening digelar, lapangan sudah dipenuhi pemesanan dari berbagai komunitas hingga kalangan perusahaan.
Agus selaku owner GMS mengatakan, tingginya permintaan menjadi alasan utama pihaknya membuka fasilitas mini soccer baru di Gresik. Menurutnya, jumlah lapangan yang tersedia saat ini masih sangat minim dibanding antusias masyarakat yang terus meningkat.
“Demand sangat tinggi, sementara penyedia lapangan masih kurang. Hampir setiap bulan selalu penuh. Secara bisnis ini sangat potensial,” ujarnya.
Ia menjelaskan, saat ini lapangan mini soccer di Gresik masih terbatas. Padahal, pasar olahraga tersebut terus berkembang, mulai dari anak muda, komunitas, hingga kalangan corporate yang rutin membutuhkan fasilitas olahraga bersama.
“Sekarang bukan hanya anak muda saja, tapi perusahaan-perusahaan juga banyak yang mencari lapangan mini soccer untuk gathering maupun olahraga rutin,” tambahnya.
Lokasi GMS yang berada di kawasan Gumbira Park Telaga Ngipik disebut menjadi salah satu keunggulan utama. Selain strategis, operasional lapangan juga cukup panjang, mulai pukul 06.00 WIB hingga 00.00 WIB.
Sebelum diresmikan, manajemen GMS sudah tiga kali menggelar trial pertandingan untuk menguji kualitas lapangan sekaligus melihat respons para pemain. Hasilnya di luar dugaan, antusias masyarakat membludak dan jadwal langsung penuh.
“Kami lakukan trial tiga kali untuk mengetes kualitas rumput dan melihat respons pengguna. Alhamdulillah responsnya sangat bagus,” jelas Ade.
Tak tanggung-tanggung, GMS menggunakan rumput sintetis dengan ketebalan 12 density yang diklaim sudah memenuhi standar nasional untuk lapangan mini soccer.
Selain menjadi peluang bisnis, keberadaan GMS juga diharapkan membuka ruang positif bagi masyarakat, khususnya pekerja, karyawan, dan komunitas olahraga yang kini mulai beralih dari sepak bola konvensional ke mini soccer.
“Sekarang komunitas sepak bola mulai beralih ke mini soccer karena lebih praktis dan lapangan besar juga mulai jarang,” ungkapnya.
Tingginya minat masyarakat terlihat dari jadwal booking yang terus padat. Bahkan dalam dua minggu terakhir seluruh slot pertandingan disebut sudah terisi penuh.
Untuk tarif, GMS mematok harga Rp 350 ribu pada weekday. Sedangkan jam favorit akhir pekan, khususnya pukul 19.00 hingga 21.00 WIB, tarif mencapai Rp900 ribu karena tingginya permintaan.
Dengan antusiasme masyarakat yang terus meningkat, kehadiran Gresik Mini Soccer diprediksi bakal menjadi pusat olahraga baru sekaligus destinasi favorit komunitas mini soccer di Gresik. [dny/aje]






