RINGKASAN BERITA:
- Sebanyak 68.082 jemaah haji Indonesia dari 175 kloter telah mendarat di Tanah Suci hingga Sabtu (2/5/2026).
- Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) mewajibkan pembayaran dam melalui program resmi Adhahi guna menghindari penipuan.
- Dua jemaah kembali dilaporkan wafat di Madinah, sehingga total jemaah yang meninggal dunia menjadi tujuh orang.
- Jemaah diimbau disiplin menjaga hidrasi di tengah suhu ekstrem Makkah yang menyentuh angka 39 derajat Celcius.
Makkah (beritajatim.com) – Sebanyak 68.082 jemaah haji Indonesia telah mendarat di Tanah Suci hingga hari ke-12 masa operasional haji 1447 H/2026 M. Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI memastikan seluruh pergerakan jemaah dari Madinah menuju Makkah berjalan tertib, sembari menegaskan aturan ketat pembayaran dam yang wajib melalui program resmi Adhahi milik Pemerintah Arab Saudi.
Wartawan beritajatim.com, Muhammad Isnan yang tergabung dalam Media Haji Center (MHC) Kemenhaj RI melaporkan dari Arab Saudi, hingga Sabtu (2/5/2026), tercatat sudah 175 kloter yang tiba di dua kota suci.
Secara rinci, 64.129 jemaah saat ini berada di Madinah, sementara 7.387 jemaah lainnya telah menempati hotel-hotel di sektor Makkah untuk bersiap melaksanakan umrah wajib.
Menyikapi maraknya tawaran jasa pembayaran denda haji atau dam, Kemenhaj mengeluarkan peringatan keras agar jemaah tidak tertipu sindikat ilegal. Kepala Biro Humas Kemenhaj, Moh. Hasan Afandi, menekankan bahwa transparansi dan syariat pembayaran dam hanya dijamin melalui jalur pemerintah.
“Jemaah yang akan melakukan pembayaran dam di Arab Saudi wajib menggunakan Adhahi. Kami mengingatkan agar tidak melakukan pembayaran di luar mekanisme resmi, termasuk membeli sendiri hewan di pasar,” jelas Hasan di Media Center Haji, Jakarta.
Kebijakan ini diambil untuk melindungi jemaah dari praktik pungutan liar dan memastikan hewan kurban atau dam benar-benar disalurkan sesuai aturan Islam.
Update Kesehatan dan Kabar Duka
Di tengah kelancaran operasional, Kemenhaj menyampaikan kabar duka atas wafatnya dua jemaah tambahan di Madinah. Mereka adalah Siti Sri Rahayu Sanusi (kloter SOC-12) asal Kabupaten Pekalongan dan Endar Jaya Purwadi (kloter BPN-01) asal Kota Samarinda. Dengan bertambahnya dua kasus ini, total jemaah yang wafat pada musim haji 2026 menjadi tujuh orang.
Dari sisi layanan kesehatan, tim medis mencatat sebanyak 5.576 jemaah menjalani rawat jalan akibat kelelahan dan pengaruh cuaca. Sebanyak 125 jemaah dirujuk ke Rumah Sakit Arab Saudi (RSAS), dengan 39 orang di antaranya masih menjalani perawatan intensif. Petugas kesehatan terus bersiaga di setiap sektor untuk memantau kondisi fisik jemaah, terutama kelompok risiko tinggi (risti).
Mitigasi Cuaca Ekstrem 39 Derajat
Mengingat suhu udara di Makkah dan Madinah yang menyentuh 39 derajat Celcius dengan tingkat kelembapan rendah, jemaah didesak untuk disiplin menjaga kondisi fisik.
Fokus utama petugas saat ini adalah memastikan jemaah tidak kekurangan cairan untuk menghindari sengatan panas (heat stroke) menjelang puncak haji di Armuzna.
“Fokus kami adalah memastikan jemaah terlindungi, ibadah berjalan sesuai ketentuan, dan seluruh layanan haji berlangsung aman, nyaman, profesional, serta ramah bagi lansia, penyandang disabilitas, dan perempuan,” pungkas Hasan.
Jemaah diharapkan terus berkoordinasi dengan petugas di lapangan dan tidak memaksakan diri beraktivitas di luar ruangan pada siang hari. [ian/MCH]






